DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
i
DAFTAR ISI
ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
1
1.2
Rumusan Masalah
1
1.3 Tujuan dan Manfaat
Penulisan.........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Karbohidrat .......................................................................................................3
2.2 Klasifikasi Karbohidrat ...................................................................................................3
2.3 Sifat Karbohidrat ............................................................................................................9
2.4 Fungsi Karbohidrat .........................................................................................................9
2.5 Sumber Karbohidrat .....................................................................................................10
2.6 Metabolisme Karbohidrat .............................................................................................11
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..................................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................16
KATA
PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyang, puji dan syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa, karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan
sehingga makalah “Karbohidrat" ini
bisa selesai tepat pada waktunya.
Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit masalah yang
saya dapatkan. Namun berkat kerja sama do’a restu dan bantuan dari berbagai
pihak sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Maka
dari itu saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
banyak membantu dalam penyusunan makalah ini.
Terlepas dari itu semua kami menyadari masih banyak
kekurangan dalam makalah yang kami buat. Mungkin dari segi bahasa, susunan
kalimat atau hal lain yang tidak kami sadari. Oleh karenanya kami sangat
mengharapkan kritik dan saran sebagai sarana perbaikan makalah yang lebih baik.
Makassar, 20 November 2018
Kelompok 1
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Karbohidrat, berdasarkan
pada massa, merupakan kelas biomolekul yang berlimpah di alam. Lebih lazim
dikenal sebagai gula, karbohidrat merupakan produk akhir utama penggabungan
fotosintetik dari karbon anorganik CO2 dalam zat hidup. Perubahan
energi matahari menjadi energi ini menjadi energi kinetik kimiawi dari
biomolekul menjadi karbohidrat sumber utama dari energi metabolik bagi
organisme hidup. Karbohidrat juga bertindak sebagai sumber karbon untuk
sintesis biomolekul lain dan sebagai bentuk cadangan polimerik dari energi.
Selain itu, karbohidrat merupakan komponen dari banyak bahan sekretorik
struktural dan selular serta nukleotida yang gilirannya juga diguanakan untuk
beragam fungsi. Jadi pada sistem kehidupan, karbohidrat digunakan untuk banyak
tujuan yang berbeda dan merupakan contoh terkemuka dari berbagai kemampuan
fungsional yang dapat dimiliki suatu kelas biomolekul ( Amstrong, 1995 ).
Karbohidrat didefinisikan
sebagai polisakarida atau polihidrosiketon dan derivatnya. Suatu karbohidrat
merupakan suatu aldehid (-CHO) jika oksigen karbonil berkaitan dengan suatu
atom karbon terminal, dan suatu keton (=C=O) jika oksigen karbonil berkaitan
dengan suatu karbon internal ( Amstrong, 1995 ).
Karbohidrat banyak
ditemukan pada serealia (gandum, beras, jagung, kentang, dsb), serta pada
biji-bijian yang tersebar luas di alam. Karbohidrat termasuk penyusun sel karena penyusun sel
terdiri dari molekul organik, yaitu molekul yang mengandung atom karbon (C),
hidrogen (H), dan aksigen (O). Secara biologis, karbohidrat memiliki fungsi
sebagai bahan baku sumber energi baik pada hewan, manusia, dan tumbuhan.
Manusia membutuhkan
karbohidrat dalam jumlah tertentu setiap harinya. Walaupun tubuh tidak
membutuhkan dalam jumlah khusus, kekurangan karbohidrat yang sangat parah akan
menimbulkan masalah. Diperlukan sekitar 2 gram karbohidrat per Kg berat badan
sehari untuk mencegah terjadinya ketosis. Secara keseluuhan tubuh harus
mempertahankan keseimbangan tertentu dalam ultilasi karbohidrat, lemak dan
protein sebagai sumber energi.
1.2.
Rumusan Masalah
·
Apa
definisi karbohidrat ?
·
Apa
saja klasifikasi karbohidrat ?
·
Apa
sifat yang dimiliki oleh karbohidrat ?
·
Apa
fungsi karbohidrat ?
·
Dari
mana saja sumber karbohidrat ?
·
Bagaimana
metabolisme karbohidrat ?
1.3.
Tujuan dan Manfaat penulisan
·
Mengetahui
definisi dari karbohidrat
·
Mengetahui
klasifikasi karbohidrat
·
Mengetahui
sifat yang dimiliki karbohidrat
·
Mengetahui
fungsi karbohidrat
·
Mengetahui
sumber karbohidrat
·
Mengetahui
metabolisme karbohidrat
·
Menyelasaikan
tugas terstruktur mata kuliah kimia
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi Karbohidrat
Karbohidrat adalah
molekul yang sangat pentingg bagi mahluk hidup. Karbohidrat terdapat pada semua
jenis sel sebagai komponen membran sel, dinding sel, membran organel, dan
sumber energi bagi sel. Tumbuhan membentuk karbohidrat melalui fotosintesis
dengan bantuan sinar matahari, sedangkan hewan dapat mensintesis karbohidrat
dari lemak dan protein
Karbohidrat adalah
polihidriksida aldehida atau polihidroksida keton yang memiliki rumus umum (CH2O)n
misalnya glukosa dengan rumus molekul C6H12O6 .
Karbohidrat merupakan zat padat berwarna putih yang sukar larut dalam pelarut
organik ( misal alkohol, eter, ) tetapi larut dalam air ( kecuali beberapa
polisakarida ). Sebagian besar karbohidrat memiliki rasa manis, sehingga
digunakan istilah “gula” untuk sebutannya.
2.2. Klasifikasi Karbohidrat
1.
Monosakarida
Merupakan karbohidrat yang tersusun atas satu monomer (satu
molekul gula). Monosakarida mudah larut dalam air, memiliki rasa manis, dan
merupakan gula yang umum ditemukan pada buah dan madu. Jenis-jenis monosakarida
yang penting adalah glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga jenis monosakarida
tersebut memiliki tingkat kemanisan yang berbeda-beda, dimana fruktosa lebih
manis dibandingkan glukosa, dan glukosa lebih manis dibandingkan galaktosa.
Monosakarida adalah
karbohidrat paling sederhana yang tidak dapat dihidrolisis menjadi karbohidrat lain.
Bentuk ini dibedakan kembali menurut jumlah atom C yang dimiliki dan sebagai
aldosa atau ketosa. Monosakarida yang terpenting adalah glukosa, galaktosa, dan
fruktosa. Monosakarida yang paling sederhana ialah gliseraldehida dan
dihidroksiaseton. Gliseraldehida/gliserosa dapat disebut aldotriosa karena
terdiri atas tiga atom karbon dan mempunyai gugus aldehida. Dihidroksiaseton
dinamakan ketotriosa karena terdiri atas tiga atom karbon dan mempunyai gugus
keton. Monosakarida yang terdiri atas empat atom karbon disebut tetrosa dengan
rumus C4H8O4. Eritrosa adalah contoh aldotetrosa dan eritrulosa adalah suatu
ketotetrosa. Pentosa ialah monosakarida yang mempunyai lima atom karbon. Contoh
pentosa ialah ribosa dan ribulosa. Dilihat dari rumusnya kita dapat mengetahui
bahwa ribosa adalah suatu aldopentosa, sedangkan ribolosa adalah suatu
ketopentosa. Pentosa dan heksosa (C6H12O6) merupakan monosakarida yang penting
dalam kehidupan. Contoh lain tercantum dalam tabel 1.1
Tabel 1.1 klasifikasi
monosakarida yang penting.
Monosakarida
|
Rumus
Molekul
|
aldosa
|
ketosa
|
Triosa
|
C3H6O3
|
Gliserosa
|
Dihidroksi aseton
|
Tetrosa
|
C4H8O4
|
Eritrosa
|
Eritrulosa
|
Pentosa
|
C5H10O5
|
Ribosa
|
Ribulosa
|
Heksosa
|
C6H12O6
|
Glukosa
|
Fruktosa
|
Berikut ini adalah
uraian mengenai monosakarida yang penting dalam kehidupan, yaitu:
a)
Glukosa
Glukosa adalah suatu
aldoheksosa dan sering disebut dekstrosa karena mempunyai sifat dapat dapat
memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Di alam, glukosa terdapat dalam
buah-buahan dan madu lebah. Darah manusia normal mengandung glukosa dalam
jumlah atau konsentrasi yang tetap, yaitu antara 70-100 mg tiap 100 ml
darah. Glukosa darah ini dapat bertambah setelah kita mengkomsumsi makanan yang
mengandung karbohidrat, namun kira-kira 2 jam setelah itu, jumlah glukosa darah
akan kembali pada keadaan semula. Pada orang yang menderita diabetes mellitus
atau kencing manis, jumlah glukosa darah lebih besar dari 130 mg per 100 ml
darah. Di alam, glukosa dihasilkan dari reaksi antara karbondioksida dan air
dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun. Proses ini disebut
fotosintesis dan glukosa yang terbentuk terus digunakan untuk pembentukan
amilum atau selulosa.
Dalam dunia perdagangan
dikenal sirup glukosa, yaitu suatu larutan glukosa yang sangat pekat, sehingga
mempunyai viskositas atau kekentalan yang tinggi. Sirup glukosa ini diperoleh
dari amilum melalui proses hidrolisis dengan asam.
b)
Fruktosa
Madu lebah selain glukosa juga mengandung
fruktosa. Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya
terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut juga levulosa. Pada umumnya
monosakarida dan disakarida mempunyai rasa manis.
Fruktosa mempunya rasa
lebih manis dari pada glukosa, juga lebih manis dari pada gula tebu atau
sukrosa. Fruktosa dapat dibedakan dari glukosa dengan pereaksi seliwanoff,
yaitu larutan resorsinol (1,3 dihidroksi-benzena) dalam asam HCL. Dengan
pereaksi ini mula-mula fruktosa diubah menjadi hidroksimetilfurfural yang
selanjutnya bereaksi dengan resorsinol membentuk senyawa yang berwarna merah.
Pereaksi seliwanoff ini khas untuk menunjukkan adanya ketosa. Fruktosa
berkaitan dengan glukosa membentuk sukrosa, yaitu gula yang biasa digunakan
sehari-hari sebagai pemanis, dan berasal dari tebu atau bit.
c)
Galaktosa
Monosakarida ini jarang terdapat dialam bebas. Umumnya berikatan dengan
glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu. Galaktosa
mempunyai rasa kurang manis dari pada glukosa dan kurang larut dalam air.
Galaktosa mempunyai sifat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kanan.
Pada proses oksidasi oleh asam nitrat pekat dan dalam keadaan panas
galaktosa menghasilkan asam musat yang kurang larut dalam air bila dibandingkan
dengan asam sakarat yang dihasilkan oleh oksidasi glukosa. Pembentukkan asam
musat ini dapat dijadikan cara identifikasi galaktosa, karena kristal asam
musat mudah dimurnikan dan diketahui bentuk kristal maupun titik leburnya.
d)
Pentosa
Beberapa pentosa yang penting ialah arabinosa, xilosa,
ribosa dan 2-deoksiribosa. Keempat pentosa ini ialah aldopentosa dan tidak
terdapat di alam bebas. Arabinosa diperoleh dari gom arap dengan jalan
hidrolisis, sedangkan xilosa diperoleh dari proses hidrolisis terhadap jerami
atau kayu. Xilosa terdapat pada urine seseorang yang disebabkan oleh suatu
kelainan pada metabolisme karbohidrat. Kondisi seseorang seperti itu dinamakan
pentosuria. Ribosa dan deoksiribosa merupakan komponen dari molekul asam
nukleat dan dapat diperoleh dengan cara hidrolisis. Dari rumusnya tampak bahwa
deoksiribosa kekurangan satu atom oksigen dibanding dengan ribosa.
1.
Disakarida
Merupakan karbohidrat yang tersusun atas 2 monomer (2 molekul gula
yang berikatan). Disakarida mudah larut dalam air, berasa manis, dan merupakan
gula yang paling banyak diproduksi dalam industri.
- Sukrosa (gula meja) merupakan disakarida yang digunakan dalam minuman, dan hampir ada di setiap rumah di Indonesia. Sukrosa tersusun atas molekul fruktosa dan glukosa yang berikatan dengan ikatan glikosidik.
- Maltosa merupakan disakarida yang umum terdapat pada umbi, tersusun atas 2 molekul glukosa yang saling berikatan.
- Laktosa merupakan gula yang terdapat pada susu, tersusun atas molekul glukosa dan galaktosa.
Berdasarkan tingkat kemanisannya, sukrosa memiliki rasa yang lebih
manis dari maltosa, dan maltosa memiliki rasa lebih manis dari laktosa.
a)
Sukrosa
Sukrosa ialah gula yang
kita kenal sehari-hari, baik yang berasal dari tebu maupun dari bit. Selain
pada tebu dan bit, sukrosa terdapat pula pada tumbuhan lain, misalnya dalam
buah nanas dan dalam wortel. Dengan hidrolisis sukrosa akan terpecah dan menghasilkan
glukosa dan fruktosa.
Pada molekul sukrosa
terdapat ikatan antara molekul glukosa dan fruktosa, yaitu antara atom karbon
nomor 1 pada glukosa dengan atom karbon nomor 2 pada fruktosa melalui atom
oksigen. Kedua atom karbon tersebut adalah atom karbon yang memiliki gugus –OH
glikosidik. Dengan demikian sukrosa tidak mempunyai sifat dapat mereduksi
ion-ion Cu++ atau Ag++ dan juga tidak membentuk osazon.
Sukrosa mempunyai sifat
memutar cahaya terpolarisasi ke kanan. Hasil yang diperoleh dari reaksi hidrolisis
ialah glukosa dan fruktosa dalam jumlah yang ekuimolekular. Glukosa memutar
cahaya terpolarisasi ke kanan, sedangkan fruktosa ke kiri. Oleh karena fruktosa
mempunyai rotasi spesifik lebih besar daripada glukosa, maka campuran glukosa
dan fruktosa sebagai hasil hidrolisis itu memutar ke kiri. Dengan demikian pada
proses hidrolisis ini terjadi perubahan sudut putar, mula-mula ke kanan menjadi
ke kiri, dan oleh karenanya proses ini disebut juga inversi. Hasil hidrolisis
sukrosa yaitu campuran glukosa dan fruktosa disebut gula invert. Madu lebah
sebagian besar terdiri dari gula invert, dengan demikian madu mempunyai rasa
lebih manis dari pada gula. Apabila kita makan makanan yang mengandung gula,
maka dalam usus halus sukrosa akan diubah menjadi glukosa dan fruktosa dengan
bantuan enzim sukrase atau invertase. Enzim ialah suatu jenis protein yang
berperan sebagai katalis pada reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh kita,
karenanya enzim dinamakan biokatalis.
b) Laktosa
Dengan hidrolisis
laktosa akan menghasilkan D-galaktosa dan D- glukosa, karena itu laktosa adalah
suatu disakarida. Ikatan galaktosa dan glukosa terjadi antara atom karbon nomor
1 pada galaktosa dan atom karbon nomor 4 pada glukosa. Oleh karenanya molekul
laktosa masih mempunyai gugus –OH glikosidik. Dengan demikian laktosa mempunyai
sifat mereduksi dan mutarotasi. Biasanya laktosa mengkristal dalam bentuk
α. Dalam susu terdapat laktosa yang sering disebut gula susu. Pada wanita yang
sedang dalam masa laktasi atau masa menyusui, laktosa kadang-kadang terdapat
dalam urine dengan konsentrasi yang sangat rendah. Dibandingkan dengan glukosa,
laktosa mempunyai rasa yang kurang manis. Apabila laktosa dihidrolisis kemudian
dipanaskan dengan asam nitrat akan terbentuk asam musat.
c) Maltosa
Maltosa adalah suatu
disakarida yang terbentuk dari dua molekul glukosa. Ikatan yang terjadi ialah
antara atom karbon nomor satu dan atom karbon nomor 4, oleh karenanya maltosa
masih mempunyai gugus –OH glikosidik dan dengan demikian masih mempunyai sifat mereduksi.
Maltosa merupakan hasil antara proses hidrolisis amilum dengan asam maupun
dengan enzim.
Telah diketahui bahwa
hidrolisis amilum akan memberikan hasil akhir berupa glukosa. Dalam tubuh kita
amilum mengalami hidrolisis menjadi maltosa oleh enzim amilase. Maltosa
ini kemudian diuraikan oleh enzim maltase menjadi glukosa yang kemudian
digunakan oleh tubuh.
Maltosa mudah larut
dalam air dan mempunyai rasa lebih manis dari pada laktosa, tetapi kurang
manis dari sukrosa
3.
Polisakarida
Polisakarida adalah
karbohidrat yang tersusun lebih dari sepuluh satuan monosakarida dan dapat
berantai lurus atau bercabang. Polisakarida dapat dihidrolisis oleh asam atau
enzim tertentu yang kerjanya spesifik. Hidrolisis sebagian polisakarida
menghasilkan oligosakarida dan dapat digunakan untuk menentukan struktur
molekul polisakarida. Beberapa polisakarida yang penting, yaitu: amilum,
glikogen, dekstrin, dan selulosa. Pada umumnya polisakarida mempunyai molekul
besar dan lebih kompleks dari pada mono dan oligosakarida. Molekul polisakarida
terdiri atas banyak molekul monosakarida. Polisakarida yang terdiri atas satu
macam monosakarida saja disebut homopolisakarida, sedangkan yang mengandung
senyawa lain disebut heterosakarida. Umumnya polisakarida berupa senyawa
berwarna putih dan tidak berbentuk kristal, tidak mempunyai rasa manis dan
tidak mempunyai sifat mereduksi. Berat molekul polisakarida bervariasi dari
beberapa ribu hingga lebih dari satu juta. Polisakarida yang dapat larut dalam
air akan membentuk larutan koloid.

Berikut ini adalah
uraian mengenai beberapa polisakarida yang penting dalam kehidupan sehari-hari
diantaranya adalah:
a. Amilum
Polisakarida ini banyak terdapat di alam bebas,
yaitu banyak terdapat pada sebagian besar tumbuhan. Amilum atau dalam bahasa
sehari-hari disebut pati yang banyak terdapat pada umbi, daun, batang, dan
biji-bijian. Batang pohon sagu mengandung pati yang setelah dikeluarkan dapat
dijadikan bahan makanan bagi masyarakat maluku. Umbi yang terdapat pada ubi
jalar atau akar pada ketela pohon atau singkong mengandung pati yang cukup
banyak, sebab ketela pohon tersebut selain dapat digunakan sebagai makanan
sumber karbohidrat, juga digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan tapioka.
Butir-butir pati apabila
diamati dengan menggunakan mikroskop, ternyata berbeda-beda bentuknya,
tergantung tumbuhan apa pati tersebut diperoleh. Bentuk butir pati yang berasal
dari kentang berbeda dengan yang berasal dari terigu atau beras. Amilum terdiri
atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa,
yaitu amilosa (kira-kira 20%-28%) dan sisanya amilopektin. Amilosa terdiri atas
250-300 unit D-glukosa yang terikat dengan ikatan α 1,4-glikosidik, jadi
molekulnya merupakan rantai terbuka. Amilopektin juga terdiri atas molekul
D-glukosa yang sebagian besar mempunyai ikatan 1,4-glikosidik dan
sebagian lagi ikatan 1,6-glikosidik. Adanya ikatan 1,6-glikosidik ini
menyebabkan terjadinya cabang, sehingga molekul amilopektin berbentuk rantai
terbuka dan bercabang. Molekul amilopektin lebih besar daripada molekul amilosa
karena terdiri atas lebih dari 1.000 unit glukosa. Butir-butir pati tidak larut
dalam air dingin tetapi apabila suspensi dalam air dipanaskan, akan terjadi
suatu larutan koloid yang kental. Larutan koloid ini apabila diberi larutan
iodium akan berwarna biru. Warna biru tersebut disebabkan oleh molekul amilosa
yang membentuk senyawa. Amilopektin dengan iodium akan memberikan warna ungu
atau merah lembayung.
Amilum dapat
dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa.
Hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase. Dalam ludah dan
dalam cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat amilase yang bekerja
terhadap amilum yang terdapat dalam makanan kita. Oleh enzim amilase, amilum
diubah menjadi maltosa dalam bentuk β maltosa.
b.
Glikogen
Seperti amilum glikogen
juga menghasilkan D-glukosa pada proses hidrolisis. Pada tubuh kita glikogen
terdapat dalam hati dan otot. Hati berfungsi tempat pembentukan glikogen dari
glukosa. Apabila kadar glukosa dalam darah bertambah, sebagian diubah menjadi
glikogen sehingga kadar glukosa dalam darah menjadi normal kembali. Glikogen
yang ada dalam otot digunakan sebagai sumber energi untuk melakukan aktivitas
sehari-hari. Dalam alam glikogen terdapat dalam kerang, alga dan tumput laut.
Glikogen yang larut
dalam air dapat diendapkan dengan jalan menambahkan etanol. Endapan terbentuk
apabila dikeringkan berbentuk serbuk putih. Glikogen dapat memutar cahaya
terpolarisasi ke kanan dan mempunyai rotasi 196 derajat. Dengan iodium iodium
glikogen menghasilakan warna merah. Struktur glikogen serupa dengan struktur
amilopektin yaitu merupakan rantai glukosa yang mempunyai cabang.
c.
Dekstrin
Pada reaksi hidrolisis
parsial, amilum terpecah menjadi molekul-molekul yang lebih kecil yang dikenal
dengan nama dekstrin. Jadi dekstrin adalah hasil antara proses hidrolisis
amilum sebelum terbentuk maltosa.
d.
Selulosa
Selulosa terdapat
dalam tumbuhan sebagai bahan pembentuk dinding sel. Serat kapas dapat dikatakan
seluruhnya adalah selulosa. Dalam tubuh kita selulosa tidak dapat dicer nakan
karena kita memiliki enzim yang dapat menguraikan selulosa. Dengan asam encer
tidak dapat terhidrolisis, tetapi oleh asam dengan konsentrasi tinggi dapat
terhidrolisis menjadi selobiosa dan D-glukosa. Selobiosa adalah suatu
disakarida yang terdiri atas dua molekul glukosa yang berikatan glokosidik
antara atom karbon 1 dengan atom karbon 4.
Meskipun selulosa tidak
dapat digunakan sebagai bahan makanan oleh tubuh, namun selulosa yang terdapat
sebagai serat-serat tumbuhan, sayuran atau buah-buahan, berguna untuk
memperlancar pencernaan makanan. Adanya serat-serat dalam saluran pencernaan,
gerak peristaltik dapat ditingkatkan dan dengan demikian dapat memperlancar
proses pencernaan dan mencegah konstipasi. Tentu saja jumlah serat yang
terdapat dalam bahan makanan tidak boleh terlalu banyak.
e.
Mukopolisakarida
Mukopolisakarida adalah suatu
heteropolisakarida, yaitu polisakarida yang terdapat yang terdiri atas dua
jenis derivat monosakarida. Derivat monosakarida yang membentuk
mukopolisakarida tersebut ialah gula amino dan asam uronat. Sebagai contoh asam
hialuronat yang merupakan komponen jaringan ikat yang terdapat pada otot,
terbentuk dari kumpulan unit N-asetilglukosamina yang berikatan dengan asam
glukuronat. Heparin yang merupakan suatu senyawa yang berfungsi sebagai
antikoagulan darah, adalah suatu mukopolisakarida.
3.
Oligosakarida
senyawa yang terdiri dari gabungan molekul2 monosakarida yang banyak
gabungan dari 3 – 6 monosakarida
dihidrolisis : gabungan
dari 3 – 6 monosakarida misalnya maltotriosa
2.3. Sifat- Sifat Karbohidrat
Sifat umum karbohidrat
- Karbohidrat bertindak sebagai cadangan energi, juga menyimpan bahan bakar, dan zat antara metabolisme.
- Ribosa dan gula deoksiribosa membentuk kerangka struktural dari materi genetik, RNA dan DNA.
- Polisakarida seperti selulosa adalah elemen struktural dalam dinding sel bakteri dan tumbuhan.
- Karbohidrat terkait dengan protein dan lipid yang memainkan peran penting dalam interaksi sel.
- Karbohidrat adalah senyawa organik, mereka adalah aldehida atau keton dengan banyak gugus hidroksil.
Sifat fisik Karbohidrat
- Steroisomerism -rumus struktur senyawa yang sama tetapi mereka berbeda dalam konfigurasi spasial. Contoh:Glukosa memiliki dua isomer yang terkait dengan atom karbon kedua dari belakang. Mereka adalah D-glukosa dan L-glukosa.
- Aktivitas Optik Ini adalah rotasi cahaya terpolarisasi membentuk glukosa (+) dan glukosa (-).
- Diastereoisomer Ini perubahan konfigurasi berkaitan dengan glukosa C2, C3, C4 atau. Contoh:Manosa, galaktosa.
- Anomerik Ini adalah konfigurasi spasial sehubungan dengan atom karbon pertama pada aldosa dan atom karbon kedua pada ketosa.
Sifat Kimia Karbohidrat
·
pembentukan osazon
dengan fenilhidrazin.
·
Tes Benedicts.
·
Oksidasi reduksi untuk
alkohol
2.4. Fungsi Karbohidrat
- Karbohidrat adalah sumber energi utama, dalam banyak hewan, mereka adalah sumber energi instan. Glukosa dipecah oleh siklus glikolisis /Kreb untuk menghasilkan ATP.
- Glukosa adalah sumber penyimpanan energi. Hal ini disimpan sebagai glikogen pada hewan dan pati pada tanaman.
- Karbohidrat angkaya akan kandungan serat membantu mencegah sembelit mereka juga membantu dalam modulasi dari sistem kekebalan tubuh.
- Mengoptimalkan fungsi protein
- Melancarkan sistem pencernaan
- Mengatur metabolisme lemak
- Krbohidrat sebagai pemanis alami
- Membatasi asupan kalori
- Menurunkan risiko penyakit tertentu
2.5. Sumber Karbohidrat
1. Beras Merah
Kandungan tinggi seratnya yang membuat nasi merah
dianggap sebagai sumber karbohidrat yang baik dan sehat. Nasi merah juga
mengandung magnesium, zat besi, vitamin B, vitamin
B2, vitamin B3 dan vitamin B6. Beras merah juga bisa mengurangi kolesterol
jahat “LDL” tanpa mengurangi kolesterol baik “HDL”. Makan dua porsi atau lebih
beras merah juga mengurangi resiko diabetes.
2. Kentang rebus
Makanan sumber karbohidrat yang terakhir ini memang tidak
diragukan lagi. Kandungan pati yang tinggi menyebabkan makanan ini menimbulkan
rasa kenyang dan juga menghasilkan kalori yang cukup besar. Oleh karena itu tak
heran jika sebagian orang dapat menahan lapar hingga siang hanya dengan sarapan
kentang.
3. Ubi Jalar
Ubi jalar adalah sumber karbohidrat yang sehat untuk penderita sakit maag, diabetes, masalah
berat badan dan radang sendi. Nutrisi yang terkandung di dalamnya adalah serat,
mangan, tembaga, potasium, zat besi, vitamin A, vitamin C dan vitamin B6. Ubi
jalar juga kaya akan beta-karoten yang merupakan antoiksidan yang banyak
ditemukan pada sayuran berdaun hijau.
4. Sagu
Sagu menjadi makanan pokok bagi penduduk di daerah Maluku
atau Papua. Tanaman sagu biasa tumbuh di daerah rawa-rawa di daerah Indonesia
Timur dan jarang ditemukan di daerah Barat Indonesia. Bentuknya seperti bubuk
yang kemudian akan diolah. Masyarakat Indonesia Timur ini mengolah sagu menjadi
bentuk seperti bubur yang lengket yang disebut papeda yang biasa disantap
dengan ikan kuah kuning.
5. Singkong
Singkong juga menjadi salah satu makanan pokok di
Indonesia. Akar tanaman ini dapat menjadi makanan yang mengenyangkan. Biasa
disajikan dengan dibuat menjadi tiwul, digoreng atau direbus.
6. Roti Gandum Utuh
Ada banyak roti gandum yang dijual di pasaran. Tapi
apakah itu benar-benar gandum utuh yang kaya serat? Belum tentu. Jangan hanya
percaya dengan label ‘whole wheat bread’ di kemasan. Lihat juga daftar
bahan-bahannya. Jika tertulis tepung terigu, sirup jagung, gula fruktosa atau
pengembang/perasa buatan, sebaiknya jangan membelinya.
7. Bijirin Gandum
Bijirin gandum tidak mengalami pengolahan yang terlalu
banyak dibandingkan olahan yang banyak ditemui pada roti putih dan pasta.
Mengonsumsi gandum utuh membuat perut terasa kenyang lebih lama dan bisa
meningkatkan metabolisme, karena tubuh memerlukan banyak tenaga untuk
memrosesnya. Bijirin gandum bisa dikonsumsi dalam bentuk barley, beras merah
dan beras coklat.
8. Jagung
Jagung merupakan makanan pokok untuk daerah Madura dan
Nusa Tenggara Timur. Rasanya yang manis membuat banyak orang yang menyukainya.
Memiliki kandungan asam folat dan serat yang baik untuk tubuh. Pada
daerah-daerah tertentu, jagung dibuat menjadi nasi jagung. Dengan cara praktis
Anda dapat mencoba memakannya dengan cara direbus atau dibakar.
9. Kacang-Kacangan
Kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang hijau, buncis,
kacang panjang, kedelai dan polong mengenyangkan perut dengan segera, tapi bisa
bertahan dalam waktu lama. Kacang dan polong kaya akan folic acid, serat,
vitamin, protein juga karbohidrat
kompleks. Pastikan Anda menggunakan bahan yang segar dan tanpa pengawet. Bukan
yang sudah diolah dalam kaleng atau kemasan beku.
10. Kacang Polong
Seperti halnya kacang, kacang polong juga jenis
karbohidrat sehat yang proses pencernaannya lambat sehingga sangat baik
dikonsumsi oleh orang yang tidak dapat memproses gula dengan baik. Kacang
polong mengandung vitamin K, mangan, vitamin C dan tinggi serat.
11. Buah-Buahan Segar
Buah-buahan mengandung gula alami fruktosa yang tidak
membuat tubuh gemuk. Selain itu juga mengandung mineral dan kaya nutrisi tapi
tidak mengandung banyak kalori. Meskipun buah umumnya mengandung karbohidrat
sederhana dan lemak, tapi juga kaya serat sehingga bereaksi seperti karbohidrat
kompleks ketika dicerna.
12. Sayuran Hijau
Bayam, kubis, brokoli dan semua jenis sayuran berdaun
hijau merupakan sumber karbohidrat sehat dan berkalori rendah. Sayuran hijau
juga mengandung kalsium dan vitamin K serta
merupakan jenis karbohidrat yang direkomendasikan untuk penderita diabetes.
Sayuran ini juga dikenal bisa mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker.
Nutrisi penting dalam sayuran berdaun hijau adalah vitamin C, kalium, magnesium
dan asam folat.
13. Oatmeal
Oatmeal memiliki kadar glycemic index yang rendah (tidak
meningkatkan level insulin) sehingga menjadi salah satu pilihan diet sehat.
Cara terbaik mengonsumsi oat adalah dengan mencampurkan 1 cangkir oat, sejumput
kayu manis, 3/4 cangkir susu skim rendah lemak dan 1 sendok teh madu. Anda juga
bisa menambahkan potongan pisang, peach, kacang almond atau kismis.
2.6. Metabolisme Karbohidrat
Pengertian Metabolisme Karbohidrat
Secara Alamiah Karbohidrat merupakan hasil sintesis CO2 dan H2O dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun (klorofil) melalui fotosintesis.Zat makanan ini merupakan sumber energi bagi organisme heterotroph yaitu makhluk hidup yang memperoleh energi dari sumber senyawa organik di lingkungannya.
Metabolisme adalah suatu proses kimiawi yang terjadi di dalam tubuh semuamakhluk hidup, proses ini merupakan pertukaran zat ataupun suatu organism dengan lingkungannya. Metabolisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu “metabole” yang berarti perubahan, dapat kita katakana bahwa makhluk hidup mendapat, mengolah dan mengubah suatu zat melalui proses kimiawi untuk mempertahankan hidupnya.
Metabolisme merupakan proses yang berlangsung dalam organisme,baik secara mekanis maupun kimiawi. Metabolisme itu sendiri terdiri dari 2 proses yaitu anabolisme (pembentukan molekul) dan Katabolisme (Penguraianmolekul). Pada proses pencernaan makanan,karbohidrat mengalami proses hidrolisis (penguraian dengan menggunakan molekul air). Proses pencernaan karbohidrat terjadi dengan menguraikan polisakarida menjadi monosakarida.
Ketika makanan dikunyah, makanan akan bercampur dengan air liur yang mengandung enzim ptialin (suatu α amilase yang disekresikan oleh kelenjar parotis di dalam mulut).Enzim ini menghidrolisis pati(salah satu polisakarida) menjadi maltosa dan gugus glukosa kecil yang terdiri dari tiga sampai sembilan molekul glukosa.makanan berada di mulut hanya dalam waktu yang singkat dan mungkin tidak lebih dari 3-5% dari pati yang telah dihidrolisis pada saat makanan ditelan.
Sekalipun makanan tidak berada cukup lama dlaam mulut untuk dipecah oleh ptialin menjadi maltosa,tetapi kerja ptialin dapat berlangsung terus menerus selama satu jam setalah makanan memasuki lambung,yaitu sampai isi lambung bercampur dengan zat yang disekresikan oleh lambung.Selanjutnya aktivitas ptialin dari air liur dihambat oelh zat asam yang disekresikan oleh lambung.Hal ini dikarenakan ptialin merupakan enzim amilase yang tidak aktif saat PH medium turun di bawah 4,0. Setelah makan dikosongkan dari lambung dan masuk ke duodenum (usus dua belas jari),makanan kemudian bercampur dengan getah pankreas.Pati yang belum di pecah akan dicerna oleh amilase yang diperoleh dari sekresi pankreas.Sekresi pankreas ini mengandung α amilase yang fungsinya sama dengan α-amilase pada air liur,yaitu memecah pati menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya. Namun, pati pada umumnya hampir sepenuhnya di ubah menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya sebelum melewati lambung.
Hasil akhir dari proses
pencernaan adalah glukosa, fruktosa, glaktosa, manosa dan monosakarida lainnya.
Senyawa-senyawa tersebut kemudian diabsorpsi melalui dinding usus dan dibawa ke
hati oleh darah.
• Glukosa sebagai salah
satu hasil dari pemecahan pati akan mengalami dau proses di dalamhati,yaitu:
• Pertama,Glukosa akan beredar bersama aliran darah untuk memenuhi kebutuhan energisel-seltubuh
• Kedua,jika di dalam hati terdapat kelebihan glukosa (gula darah), glukosa akan di ubah menjadi glikogen(gula otot) dengan bantuan hormon insulin dan secara otomatis akan menjaga keseimbangan gula darah. Glikogen di simpan di dalam hati, jika sewaktu-waktu dibutuhkan,glikogen di ubah kembali menjadi glukosa dengan bantuan hormonadrenaline.
• Pertama,Glukosa akan beredar bersama aliran darah untuk memenuhi kebutuhan energisel-seltubuh
• Kedua,jika di dalam hati terdapat kelebihan glukosa (gula darah), glukosa akan di ubah menjadi glikogen(gula otot) dengan bantuan hormon insulin dan secara otomatis akan menjaga keseimbangan gula darah. Glikogen di simpan di dalam hati, jika sewaktu-waktu dibutuhkan,glikogen di ubah kembali menjadi glukosa dengan bantuan hormonadrenaline.
2. Pembagian
metabolisme karbohidrat
A.
Glikolisis adalah proses pemecahan glukosa menjadi asam piruvat. Melalui
beberapa tahap. Tahap awal glikolisis yaitu mengikat ATP (membutuhkan energi,
biasanya mengikat ATP dari lemak) sehingga membentuk Glukosa Fosfat. Glukosa
Fosfat atom C nya 6 ATP, kemudan diubah menjadi 2 Triose Fosfat ( karena
masing-masing Triosa Fosfat atom C nya 3 ). Kemudian setelah menjadi Triosa
Fosfat, maka akan menjadi asam piruvat. Nah, ini yang disebut glikolisis. Kemudian, dari asam
piruvat akan menjadi asetil ko-A yang disebut dekarboksilasi Piruvat (Disebut
Dekarboksilasi karena melepaskan CO2). Asetil ko-A kemudian menjadi substrat
dari Siklus Krebs, yang selanjutnya oleh siklus krebs ini diteruskan menjadi
rantai respirasi dan fosforilasi oksidatif.
Jadi, Yang dikatakan
oksidasi sempurna glukosa itu tidak berhenti sampai glikolisis saja, tapi
metabolisme lengkap sampai fosforilasi poksidatif.
Kemudian, dari piruvat
menjadi laktat, ini jika pada glikolisis anaerob. Glikolisis anaerob
membutuhkan NADH yang berasal dari NAD (NAD= suatu enzyme derivat vitamin B3).
Jadi, NAD mengalami reduksi menjadi NADH, kemudian NADH merubah piruvat menjadi
laktat. Tujuan utama dari hal ini supaya NADH bisa terus diubah menjadio NAD,
dan NAD bisa erus melangsungkan reaksi.
Metabolisme Glikolisis :
Tahap 1 : Glukosa butuh ATP
Tahap 2 : Denagn bantuan enzim hexokinase dan glucokinase, ATP diubah menjadi ADP.
Tahap 3 : Glukosa dari lemak menjadi Glukosa-6-Phosphate (artinye: Fosfat menempel pada atom C no.6 dari Glukosa.
Tahap 4 : Dari Glukosa-6-Fosfat menjadi Fruktosa-6-Fosfat (Enzimnya berisomerase)
Tahap 5 : Fruktosa-6-Fosfat diubah menjadi Fruktosa-6-fosfatase.
Tahap 6: kemudian diubah menjadi Glyceral dehyde-3-phosphate dan Dihydroxyacetone
Fosfat
Tahap 1 : Glukosa butuh ATP
Tahap 2 : Denagn bantuan enzim hexokinase dan glucokinase, ATP diubah menjadi ADP.
Tahap 3 : Glukosa dari lemak menjadi Glukosa-6-Phosphate (artinye: Fosfat menempel pada atom C no.6 dari Glukosa.
Tahap 4 : Dari Glukosa-6-Fosfat menjadi Fruktosa-6-Fosfat (Enzimnya berisomerase)
Tahap 5 : Fruktosa-6-Fosfat diubah menjadi Fruktosa-6-fosfatase.
Tahap 6: kemudian diubah menjadi Glyceral dehyde-3-phosphate dan Dihydroxyacetone
Fosfat
B. Glikogenesis merupakan proses pembentukan glikogen dari glukosa
Keterangan :
Glukosa akan mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim heksokinase di otot dan glukokinase di hati. Glukosa 6-fosfat akan diubah menjadi glukosa 1-fosfat yang dikatalisis oleh enzim fosfoglukomutase. Selanjutnya, senyawa glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) yang dikatalisis oleh enzim UDPGIc pirofosforilase membentuk nukleotida aktif uridin difosfat glukosa (UDOGIc).
Glukosa akan mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim heksokinase di otot dan glukokinase di hati. Glukosa 6-fosfat akan diubah menjadi glukosa 1-fosfat yang dikatalisis oleh enzim fosfoglukomutase. Selanjutnya, senyawa glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) yang dikatalisis oleh enzim UDPGIc pirofosforilase membentuk nukleotida aktif uridin difosfat glukosa (UDOGIc).
Hidrolisis pirofosfat
inorganik berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan menarik reaksi ke
arah kanan persamaan reaksi.
Dengan kerja enzim
glikogen sintase, atom C1 pada glukosa yang diaktifkan UDPGIc membentuk ikatan
dengan C4, sehingga membebaskan uridin difosfat. Molekul glikogen yang sudah ada
sebelumnya atau glikogen primer harus ada untuk memulai reaksi ini. Glikogen
primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai
glikogenin.
C.Glukoneogenesis merupakan pembentukan glukosa dari
bahan bukan karbohidrat, yaitu terdiri dari :
-Gliserol,
-Laktat,
-Asam-asam amino glukogenik, dan
-Propionat (khusus Propionat untuk hewan memamah biak)
-Gliserol,
-Laktat,
-Asam-asam amino glukogenik, dan
-Propionat (khusus Propionat untuk hewan memamah biak)
Glukoneogenesis terjadi
jika intake karbohidrat rendah. Glukoneogenesis memenuhi kebutuhan tubuh akan
gllukosa pada saat karbohidrat tidak tersedia dalam jumlah yang cukup pada
makanan. Pasokan glukosa terus menerus diperlukan untuk sumber energi,
khususnya bagi sistem saraf dan eritrosit. Selain itu, mekanisme glukoneogenik
dipakai untuk membersihkan berbagai produk metabolisme ringan, misalnya, laktat
yang dihasilkan oleh otot dan eritrosit, gliserol yang diproduksi oleh kelenjar
adiposa.
Enzim kunci
Glukoneogenesis :
1. Piruvat — > oksalat ( oleh enzim Piruvat karboksilase )
2. oksalo à PEP ( enzim PEP karbisikinase )
3. Fruktosa 1,6 bifosfat à Fruktosa 1,6 fosfat ( enzim Fruktosa-1,6-bifosfatase)
4. Glukosa 6 fosfat — > Glukosa (enzim Glukosa-1,6-fosfatase)
1. Piruvat — > oksalat ( oleh enzim Piruvat karboksilase )
2. oksalo à PEP ( enzim PEP karbisikinase )
3. Fruktosa 1,6 bifosfat à Fruktosa 1,6 fosfat ( enzim Fruktosa-1,6-bifosfatase)
4. Glukosa 6 fosfat — > Glukosa (enzim Glukosa-1,6-fosfatase)
D. Glukoneogenesis, Hubungan dengan siklus krebs dan
glikolisis
Keterangan :
Karena glukolisis dan glukoneogenesis menggunakan lintasan yang sama tapi bekerja dengan arah yang berlawanan, maka aktivitas keduanya harus diatur secara timbal-balik. Cara ini dicapai melalui 3 mekanisme utama yang mempengaruhi aktivitas enzim-enzim yang penting, yaitu induksi atau represi sintesis enzim, modifikasi kovalen oleh fosforilasi yang reversible dan efek alosteri.
Karena glukolisis dan glukoneogenesis menggunakan lintasan yang sama tapi bekerja dengan arah yang berlawanan, maka aktivitas keduanya harus diatur secara timbal-balik. Cara ini dicapai melalui 3 mekanisme utama yang mempengaruhi aktivitas enzim-enzim yang penting, yaitu induksi atau represi sintesis enzim, modifikasi kovalen oleh fosforilasi yang reversible dan efek alosteri.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari
paparran makalah diatas dapat disimpulkan bahwa
v Karbohidrat merupakan senyawa makromolekul yang tersusun atas unsur
karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Karbohidrat merupakan senyawa
organik. Memiliki rumus senyawa (CH2O)n
v Karbohidrat dibedakan menjadi 4
Monosakarida,
Disakarida, Polisakarida dan Oligosakarida
v Sifat karbohidrat dibedakan menjadi 3 : Sifat umum, Sifat fisik dan
Sifat Kimia
v Fungsi Karbohidrat, antara lain sebagai sumber energi, melancarkan
sistem pencernaan, dsb
v Sumber karbohidrat, beras, jagung, gandum
v Metabolisme Karbohidrat : glikolisi, glikogenesis, glikoneogenesis
DAFTAR
PUSTAKA
lengkap bener makalah Karbohidrat nya kak.
BalasHapus