Selasa, 16 April 2019

Makalah tentang Pengaruh Shalat Dalam Kehidupan Sehari - Hari



MAKALAH AQIDAH
PENGARUH SHOLAT DALAM KEHIDUPAN

                             Kelompok 2:
1.         Ainul Muthemainnah Mukmin – 14120180080
2.         Sri Surma Novia – 14120180081
3.         Nur Syach Dewi Latampung – 14120180082
4.         Yudhira Azzahra - 14120180083
5.         Harlisa – 14120180084
6.         Santina – 14120180085

Nama Dosen :
Dr. H. Nukman, MA

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2018


KATA PENGANTAR

               Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak nikmat yang mana makhluk-Nya pun tidak akan menyadari begitu banyak  nikmat yang telah di dapatkan dari Allah SWT. Selain itu, kami juga merasa sangat bersyukur karena telah mendapatkan hidayah-Nya baik kesehatan maupun pikiran.   
            Dengan nikmat dan hidayah-Nya pula kami dapat menyelesaikan penulisan tugas mata kuliah Aqidah dengan topik Pengaruh Sholat dalam Kehidupan. Kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dr. H. Nukman, MA selaku  dosen pengajar mata pelajaran Aqidah serta semua pihak yang turut membantu proses penyusunan makalah ini.
            Kami menyadari makalah ini masih begitu banyak kekurangan dan kesalahan baik isinya maupun struktur penulisannya,  oleh karena itu kami sangat mengharap kritik dan saran positif untuk perbaikan di kemudian hari.
Demikian  semoga makalah ini memberikan manfaat umumnya pada para pembaca dan khususnya bagi kami.

Makassar, 01 Oktober 2018


                                                                                                            Kelompok 2










DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................................i
Daftar Isi .........................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ......................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ......................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Landasan Teori  ....................................................................................................... 3
2.2 Manfaat dalam Gerakan sholat .................................................................................4
2.3 Hubungan Sholat dan Fisik ...................................................................................... 6
2.3 Hubungan Sholat dengan Mental dan Kecerdasan .................................................. 6
2.4 Shalat Sebagai Komunikasi Spiritual dengan Pencipta ........................................... 8
2.5 Keutamaan Shalat .................................................................................................... 9

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................................ 10
3.2 Saran ...................................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 11














BAB I
PENDAHULUAN
1.1           Latar Belakang
Dalam agama islam ada sebuah kitab yang didalamnya itu sendiri merupakan wahyu-wahyu (ucapan/perkataan) Allah SWT yang diturunkan melalui para Nabi dan Rosulnya. Pelaksanaannya dijelaskan dalam sabda rosul, baik berupa gerak-gerik dan perbuatan beliau semasa hidup. Sebagaimana semua ibadah dalam islam, di samping mempunyai segi kerohanian untuk menjaga hubungan dampak kejiwaan pribadi dengan Allah, ibadah shalat juga mempunyai dampak kejiwaan, sosial, dan lain sebagainya dalam kehidupan bermasyarakat.
      Agama adalah hal pokok dalam kehidupan manusia apalagi bermasyarakat. Sholat dapat dilakukan secara individual, tetapi lebih baik apabila dilakukan secara berjamaah dan terutama di masjid. Masjid adalah tempat ibadah nya orang islam. Masjid tempat penting yang digunakaan sebagai tempat beribadah dan disebut juga rumah Allah. Hal ini tentu saja karena manfaat terhadap masyarakat. Hikmah yang utama itu menunjukkan keutuhan masyarakat islam dalam bahu membahu menyembah Allah.
Suara azan yang dikumandangkan sebelum melakukan shalat  itu sebagapemberitahuan telah masuknya waktu shalat. Hal itu mengandung hikmah bahwa masyarakat diingatkan dalam lima waktu sehari semalam akan kebesaran Allah, agar segera berhubungan dengan Allah melalui shalat. Masyarakat diminta sejenak untuk meninggalkan pekerjaan yang  sedang dilakukan untuk mengingat Allah. Dan pengaruh sholat dalam kehidupan sehari-hari sangatlah banyak, baik dalam segi makna bacaan sholat dan pengaruh sholat dalam kesehatan, adapun pengaruh sholat dalam segi bacaan,  makna dan hikmah disetiap gerak-gerik sholat ada banyak.
Hasan berkata bahwa Amir bin Abdillah pernah mendengar apa yang di ingat oleh sebagian orang tentang urusan pekerjaan mereka ketika sedang melakukan sholat.”Apa kalian menemukanya?” tanya Amir. “ya,” jawab mereka. Lalu dia berkata, “ Demi Allah, aku lebih suka perutku di tusuk dengan tombak dari berbagai arah dari pada aku di kuasai oleh hawa nafsuku ketika sholat.
Karena sholat adalah ibadah mahdhah atau ritual, maka dasar dan tata caranya harus sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Siapapun yang melaksanakannya harus melakukan sesuai yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW. Oleh karena itu, mari kita hayati setiap proses yang menghantarkan kita menuju sholat yang sempurna dan penuh makna.


1.2 Rumusan Masalah

 1.2.1  Apakah shalat dapat dijadikan pengobatan dan menjaga kesehatan ?
1.2.2   Apakah hubungan shalat dengan fisik ?
1.2.3   Apakah hubungan shalat dengan mental dan kecerdasan?
1.2.4   Bagaimana sholat dapat dijadikan komunikasi spiritual dengan Sang Pencipta?
1.2.5   Mengapa sholat dilaksanakan 5 kali dalam sehari ?

1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1    Shalat dijadikan pengobatan dan menjaga kesehatan
1.3.2    Hubungan shalat dengan fisik
1.3.3    Hubungan shalat dengan mental dan kecerdasan
1.3.4    Sholat dapat dijadikan komunikasi spiritual dengan Sang Pencipta
1.3.5    Sholat dilaksanakan 5 kali dalam sehari
















BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Landasan Teori
        Sholat bukan semata-mata terdetik didalam hati adalah sebuah kegiatan ritual agama belaka, namun itu lebih luas jangka dan daya cakupnya. Terlalu memandang kecil kalaulah kita beranggapan bahwa semua kegiatan sholat hanya gerakan takbir hingga salam itu tidak mempunyai rahasia besar. Akan tetapi kandungan gerakkan itu dan cakupannya bisa memberikan makna dalam kehidupan kita sehari-hari. Dia bisa membuat kepada pembahuran jiwa dan pembersihan rohani, apabila kesatuan gerak dalam sholat sudah tertanam dalam jiwa akan keluar dari dirinya sinar ketakutan, kekhusuan dan tawadu'.
Manusia dalam kehidupan yang sebenar bukan terlihat dari bentuk secara zahir saja sebagaimana para mahluk lainya, akan tetapi kehidupan manusia di lihat sejauh mana hati di hiasi dengan keimanan, ma'rifat Allah dan akidah tauhid yang benar. Sebagaimana disebutkan dalam al qur'an.
Sebagaimana telah di syariatkan pada malam Isra dan mi'raj, hal ini merupakan sebuah penghormatan bagi umat islam khususnya. Seakan ketika melaksanakan sholat kita merasakan bahwa ruh ini menuju kelangit kepada Rabbnya sehingga menambahkan keimanan dan ketaqwaan.Kita harus menduduki sholat itu bagaikan kepala pada tubuh kita, artian kata dia sebagai tiang, penopang dan penyangga dari pada tubuh. Dan melihat seorang muslim atau tidaknya terletak dalam hal ini. Sholat ini adalah sebuah kunci keberhasilan juga sebagai tameng keimanan seorang muslim serta menghubungkan antara hamba dengan Rabbnya secara vertikal.
Dalam menjalankan sholat itu bukan saja menghadirkan jiwa raga saja akan tetapi hati inipun perlu kita hadirkan. Maka untuk menghadirkan dan menghidupi hati ada beberapa cara:
2.1.1 Membesarkan dan mengagungkan Allah semata, merasa bahwa diri penuh dengan segala kemaksiatan dan tidak mempunyai sesuatu yang bisa untuk dibanggakan di depan kekuasaan Allah.
2.1.2 Sebelum menyucapkan takbir hamba menyadari bahwa Allah mengetahui isi hati yang terkandung didalam jiwa luar dan batin.
2.1.3 Mengingat akan contoh dan pelajaran yang di contohkan bahwa Allah itu maha kuasa. Seperti, ketika seorang hamba dipanggil ke suatu istana otomatis dirinya harus mempersiapkan segalanya dengan semaksimal mungkin, sampai pada pembicaraan pun sangat hati-hati. Sehingga tiada kata terucap tanpa kontrol.
2.1.4 Menghindari tempat yang ramai, bising dan ribut ketika kita ingin shalat. Karena menggangu konsentrasi untuk menghadirkan ruhnya untuk menyembah kepada Allah.
2.1.5  Menghilangkan hubungan erat antara hawa nafsu dan konflik didalamnya
2.1.6  Faham serta mentadaburi akan apa yang dibaca dan dengar.
2.1.7 Bahwa shalat haruslah dengan akal sehat dan hati sehat.
2.1.8 Syaitan sebagai penutup konsentrasi kita dalam menghadirkan hati.
Untuk sholatpun kita harus dalam keadaaan bersih, maka disyaratkan dalam sholat itu bersih badan, tempat dan pakaian. Pada hakekatnya dengan membiaskan diri untuk selalu bersih dan suci pada tubuh, pakaian dan tempat merupakan refleksi dari perasaan yang tinggi dan murni dan menjaga dari pada bentuk segala najis dan kotoran. Lain halnya dengan orang yang tidak memperhatikan kondisi ini sebab akan bisa membawa dampak kepada perasaan dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika kita berwudlu maka sebagian anggota badan akan terhapuskan dari kotoran dan debu. Selaras dengan itu terhapuslah segala kemaksiatan dan dosa-dosa yang dikerjakan dari seluruh anggota tubuh. Dan terbukti bila memang sang hamba benar-benar meyakini dan mengamalkan hadist rasul
Rasul bersabda :
" barang siapa berwudlu dengan sebaik-baiknya maka keluarlah kesalahan-kesalahan atau dosa-dosa dari tubuhnya hingga keluar dari bawah kukunya"
Bahwa kebersihan yang dimaksud disini adalah bersih dari pada yang dzahir dan batin, mengumpulkan kotoran berupa dosa dan kesalahan dengan bertaubat dan beristigfar. Berazam untuk tidak kembali lagi mengulang perbuatan tersebut. Sehingga ketika sholat tubuh ini benar bersih dibarengi dengan hatinya.
2.2 Manfaat dalam Gerakan Sholat
Selain melaksanakan perintah agama, mengobati kerinduan jiwa pada sang Pencipta, sholat juga punya efek yaitu menyehatkan tubuh. Seorang pakar ilmu pengobatan tradisional, Prof H Muhammad Hembing Wijayakusuma, telah melakukan penelitian yang mendalam tentang hal itu. Hasil penelitian itu disebarkannya kepada umat Islam, baik melalui media massa maupun buku yang berjudul “Hikmah Sholat untuk Pengobatan dan Kesehatan”. Bahkan, duduk Tasyahud diyakini bisa menyembuhkan penyakit tanpa operasi.
Apa hubungan sholat dengan kesehatan ? menurut Hembing, setiap gerakan-gerakan shalat mempunyai arti khusus bagi kesehatan dan punya pengaruh pada bagian-bagian tubuh seperti kaki, ruas tulang punggung, otak, lambung, rongga dada, pangkal paha, leher, dll. Berikut adalah ringkasan yang bermanfaat untuk mengetahui tentang daya penyembuhan di balik pelaksanaan sholat sebagai aktivitas spiritual.
2.2.1  Berdiri tegak dalam sholat
Gerakan-gerakan sholat bila dilakukan dengan benar, selain menjadi latihan yang menyehatkan juga mampu mencegah dan meyembuhkan berbagai macam penyakit. Hembing menemukan bahwa berdiri tegak pada waktu sholat membuat seluruh saraf menjadi satu titik pusat pada otak, jantung, paru-paru, pinggang, dan tulang pungggung lurus dan bekerja secara normal, kedua kaki yang tegak lurus pada posisi akupuntur, sangat bermanfaat bagi kesehatan seluruh tubuh.
2.2.2  Rukuk
Rukuk juga sangat baik untuk menghindari penyakit yang menyerang ruas tulang belakang yang terdiri dari tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan ruas tulang tungging. Dengan melakukan rukuk, kita telah menarik, menggerakan dan mengendurkan saraf-saraf yang berada di otak, punggung dan lain-lain. Bayangkan bila kita menjalankan sholat lima waktu yang berjumlah 17 rakaat sehari semalam. Kalau rakaat kita rukuk satu kali, berarti kita melakukan gerakan ini sebanyak 17 kali.

2.2.3 Sujud
Belum lagi gerakan sujud yang setiap rakaat dua kali hingga junlahnya sehari 34 kali. Bersujud dengan meletakan jari-jari tangan di depan lutut membuat semua otot berkontraksi. Gerakan ini bukan saja membuat otot-otot itu akan menjadi besar dan kuat, tetapi juga membuat pembuluh darah dan urat-urat getah bening terpijat dan terurut. Posisi sujud ini juga sangat membantu kerja jantung dan menghindari mengerutnya dinding-dinding pembuluh darah.
2.2.4 Duduk tasyahud
Duduk tasyahud akhir atau tawaruk adalah salah satu anugerah Allah yang patut kita syukuri, karena sikap itu merupakan penyembuhan penyakit tanpa obat dan tanpa operasi. Posisi duduk dengan mengangkat kaki kanan dan menghadap jari-jari ke arah kiblat ini, secara otomatis memijat pusat-pusat daerah otak, ruas tulang punggung teratas, mata, otot-otot bahu, dan banyak lagi terdapat pada ujung kaki. Untuk laki-laki sikap duduk ini luar biasa manfaatnya, terutama untuk kesehatan dan kekuatan organ seks.
2.2.5 Salam    
Bahkan, gerakan salam akhir, berpaling ke kanan dan ke kiri pun, menurut penelitian Hembing punya manfaat besar karena gerakan ini sangat bermanfaat membantu menguatkan otot-otot leher dan kepala. Setiap mukmin pasti bisa merasakan itu, bila ia menjalankan sholat dengan benar. Tubuh akan terasa lebih segar, sendi-sendi dan otot akan terasa lebih kendur, dan otak juga mempu kembali berfikir dengan terang. Hanya saja, manfaat itu ada yang bisa merasakannya dengan sadar, ada juga yang tak disadari. Tapi harus diingat, sholat adalah ibadah agama bukan olahraga.
2.3 Hubungan Sholat dan Fisik
Shalat memang suplier rohani dan pemompa mental. Tanpa shalat, jiwa manusia mungkin saja tak mampu menanggung beban dalam menjalani hidup. Bagi orang yang kerap mengalami penderitaan, shalatlah yang menjadi tempat menumpahkan segala permasalahan, menjadi kesempatan mengadu dan waktu mencurahkan harapan. Bersyukurlah kita, Allah SWT mewajibkan shalat lima waktu sehari. Dalam lima kesempatan itu artinya, kita memperoleh masukan energy baru. Mungkin kita pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Berapa banyak orang yang menegakkan shalat hanya memperoleh letih dan payah” ( HR Nasa’i ). Shalat yang digambarkan Rasul dalam hadits tersebut, bukan hanya shalat yang bisa menjadi penyegar bagi jiwa. Shalat yang hanya bersifat ritual dan tidak memberikan kenikmatan bagi pelakunya. Shalat yang hanya gerakan fisik yang senyap dari kedamaian batin.
Orang yang belum biasa bekerja berat, akan merasa sangat sulit bekerja mencangkul dan mengolah sawah. Tangannya mungkin akan lecet, kulitnya terbakar oleh terik matahari dan seluruh tubuhnya terasa linu, itu dalam konteks pekerjaan fisik. Keadaannya tidak jauh berbeda dengan konteks pekerjaan batin. Khusyu’ adalah pekerjaan batin, orang yang tidak terbiasa khusyu’, dekat, pasrah, tunduk pada Allah di luar shalat, akan sulit menghadirkan kekhusyukan di dalam shalat. Khusyu’ di dalam shalat sangat terkait dengan khusyu’ di luar shalat. Kalau hati tidak pernah hidup, tidak ada link hubungan dengan Allah di luar shalat, tentu sulit menjalin hubungan yang baik hanya dalam shalat.  Khusyu’diwujudkan dengan hati yang senantiasa berhubungan dengan Allah, meskipun lidah tidak menyebut nama Allah. Melihat ciptaan Allah, hati merasakan kebesaran Allah. Karena mereka dalam kondisi terus berdzikir dengan melihat semua fenomena alam dan hatinya mengingat Allah Jalla Wa’ala.
Ibarat orang yang sayang dan rindu kepada kekasihnya, setiap barang kepunyaan kekasihterlihat di depan mata membuat hati ingat dan terkait dengan kekasih. Kalau sudah ada benih khusyu’ di luar shalat, maka saat berwudhu pun sudah khusyu’.
2.4 Hubungan Sholat dengan Mental dan Kecerdasan
Ibadah shalat pasti mempunyai banyak hikmah didalamnya. Kalau kita pelajari al-Qur’an dan as-Sunnah maka akan kita temukan penjelasan tentang hikmah dari pelaksanaan ibadah shalat, diantaranya yaitu pengaruh pelaksanaan terhadap kesehatan mental manusia. Dengan shalat manusia menyerahkan diri kepada-Nya, hal ini akan membantu dalam meredakan ketegangan emosi manusia, karena seorang mukmin mempunyai keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan doanya dan memecahkan problem-roblemnya, memenuhi berbagai macam kebutuhannya dan membebaskan diri dari kegelisahan dan kerisauan yang menimpanya. Menghadap kepada Allah melalui shalat dan berdoa kepada-Nya dengan harapan dikabulkan akan menimbulkan otosugesti yang akan meredakan ketegangan emosi dan kegoncangan jiwa yang terjadi pada manusia. Fungsi shalat yaitu :
2.4.1     Shalat sebagai sebagai pengobat gangguan jiwa dan penyakit jiwa,
2.4.2      Fungsi ibadah shalat sebagai pembinaan kesehatan jiwa, dan
2.4.3     Fungsi shalat sebagai pencegah gangguan dan penyakit jiwa.
Sesungguhnya pelaku ibadah itu mengira telah menegakkan shalat (seutuhnya), padahal tidaklah dicatat baginya (oleh malaikat Raqib [pencatat amal baik]), kecuali setengah shalat, atau sepertiganya, atau seperempatnya, atau seperlimanya, sampai sepersepuluhnya.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).
Anda sering menunaikan shalat, bukan? Pagi-sore, siang-malam, bertahun-tahun, Anda sudah mengerjakannya. Jutaan kali telah Anda tundukkan badan dalam ruku’ dan sujud. Jutaan kali pula telah Anda baca bermacam-macam dzikir dan doa di dalam shalat. Hanya saja, bagaimana kualitas shalat Anda? Dalam perhitungan atau perkiraan Anda sendiri, seberapa besar bagian dari shalat Anda yang dinilai baik oleh malaikat pencatat amal dan memberikan pengaruh positif pada kehidupan Anda?
Anda pun pasti telah tahu besarnya manfaat shalat terhadap diri Anda sendiri. Bahkan kendati di dalam ibadah ini Anda hanya menggerakkan badan bagai robot, kegiatan ini pun sudah berguna. Sekurang-kurangnya, menyehatkan raga. Begitu pula jika Anda perlakukan shalat sebagai semacam meditasi. Sekurang-kurangnya, menyehatkan jiwa.
Tetapi, shalat secara hakiki tidak sekadar bermanfaat menyehatkan jiwa-raga (fisik, emosional, dan spiritual). Tahukah Anda bahwa dengan menunaikan shalat yang berkualitas, Anda akan mencapai beragam jenis kecerdasan? Bukan hanya kecerdasan pikiran (intelegensia/IQ), tetapi sekaligus kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ), dan kecerdasan sosial.
Bagaimana semua jenis kecerdasan tersebut bisa direngkuh melalui shalat? Buku ini sangat berbeda dengan buku-buku tentang hikmah shalat yang telah beredar, karena secara metodologis buku ini fokus pada kajian bagaimana terciptanya hubungan antara shalat sebagai ibadah dengan kecerdasan manusia sebagai kekuatan pikiran dan jiwa. Di samping itu, kekuatan buku ini juga terletak pada ditampilkannya rangkaian panduan praktis guna menjalankan shalat yang mampu melejitkan semua jenis kecerdasan manusia (shalat SMART). Karena itu, buku ini sangat aplikatif, metodis, dan dapat langsung Anda terapkan untuk meningkatkan mutu shalat dan sekaligus kecerdasan Anda!

2.5 Sholat Sebagai Komunikasi Spiritual Dengan Pencipta
Shalat, yang secara lughowi (makna kata) berarti “hubungan atau komunikasi” kemudian menjadi amalan ritual terpenting dalam agama Islam. Selain dikenal kemudian sebagai “Pilar agama” (‘imaaduddin), juga merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Menjalankan shalat merupakan kewajiban ‘aini (setiap individu Muslim), melalaikannya merupakan “pengrusakan” terhadap dasar-dasar keislaman seseorang.
Melakukan shalat bukan sekedar melakukan gerakan-gerakan atau membaca bacaan-bacaan formal semata. Melainkan melakukan kegiatan “syamil” (komperenhesif) dan “mutawazin” (imbang) di antara tiga unsur kemanusiaan kita. Shalat mencakup kegiatan fisik, ruh, dan juga fikiran. Ketiga hal ini adalah pilar-pilar kehidupan manusia, yang justeru ketiganya bersatu padu dalam amalan shalat yang dilakukan.
Di saat ketiga unsur hidup manusia itu menyatu dalam sebuah pergerakan terpadu, di situlah akan menumbuhkan “keseimbangan” pergerakan hidup manusia. Keseimbangan ini yang kemudian menjadi pijakan kehidupan manusia yang sehat. Hanya dengan hidup yang imbang, manusia mampu mendapatkan kehidupan yang sehat secara paripurna. Selain tumbuhnya kehidupan yang sehat secara paripurna, dengan keterlibatan tiga unsur tadi, manusia menjalin komunikasi paripurna pula dengan Sang Pencipta. Komunikasi paripurna ini yang kemudian dikenal dalam bahasa agama sebagai “ khusyuu’”. Khusyu menjadi “hati” shalat yang dilakukan. Shalat yang tidak memiliki khusyu’ ibarat manusia yang tidak berhati. Manusia yang tidak lagi berfungsi nuraninya, sehingga pandangannya akan selalu tertumpu pada hal hal lahiriyah semata.
Di saat mata nurani menjadi tumpul atau buta, maka lahiriyah akan menjadi sosok yang buas. Kehidupan yang tidak memiliki “mata nurani” adalah kehidupan hewani, bahkan lebih rendah nilainya dari kehidupan hewani. Dan jika ini terjadi, manusia yang awalnya diciptakan dengan pencptaan yang terbaik, dimuliakan, dan memiliki keunikan-keunikan, terjatuh ke lembah kehinaan yang paling rendah (asfala saafilin). Oleh karenanya, shalat bukan hanya dikerjakan, tapi seharusnya “didirikan” setiap saat. Formalitasnya memang ada lima waktu, tapi seharusnya shalat itu tegak dalam kehidupan kita di 24 jam 7 hari sepekan. Maka, ada “shalat di antara shalat-shalat” (shalaatul wustha) yang kita lakukan. Shalat “Wustha” (in between) adalah tegaknya relasi dan komunikasi antara hamba dan Rabbnya di setiap saat dan ruang. Bahkan keluar masuknya nafas seorang hamba seiring dengan “ kesadaran penghambaan” terhadap Rabbnya.
Dengan bekal soliditas perlindungan dari kejatatan-kejahatan dan soliditas basis kebajikan kebajikan, serta dibarengi oleh kesadaran Ilahi dan inteletualitas hati, dia akan menjalani kehidupannya dengan penuh konsistensi di atas ridha Ilahi. Konsistensi perjalanan hidup di atas ridha inilah yang disebut “taqwa” , yang merupakan cita-cita tertinggi dalam kehidupan beragama. Cita-cita tertinggi yang diperjuangkan hingga hembusan nafas terakhir di bumi yang fana ini.
2.4 Keutamaan Sholat Tepat Waktu  
2.5.1.      Sholat Subuh
Pukul 05.00-06.00 saat salat subuh merupakan waktu yang baik untuk menerapi pencernaan.
2.5.2     Sholat Zuhur
Pada waktu sholat zuhur, ada energi api yang keluar pada diri pukul 12.00 sampai sora yang bermanfaatbagi jantung dan ginjal.
2.5.3.      Sholat Ashar
Dalam gerakan sholat ashar, terdapat siklus dari panas ke dingin yang berguna bagi terapi kandung kemih. Secara alamiah, gerakan sholat ashar ternyata memisahkan zat-zat kimia dalam tubuh kita.
2.5.4.      Sholat Maghrib
Ada energi air yang keluar pada pukul 18.00 setelah terbenamnya matahari. Menurut pengobatan ilmu cina waktu maghrib yang disertai gerakan sholat sekaligus menerapi ginjal.
2.5.5.      Sholat Isya’
Sholat isya’ dilaksanakan setelah matahari terbenam. Waktu ini disebut dapat mengurangi kelebihan energi. Dan ada energi kayu yang keluar pada pukul 23.00 yang mampu menghancurkan racun-racun ditubuh. Menurut pengobatan ilmu cina, racun itu dibakar kayu untuk membuang racun di otak.

















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Pelaksanakan ibadah sholat selain sebagai kewajiban tetapi juga memiliki banyak manfaat ,baik bagi kesehatan, mental dan kecerdasan, maupun  lemahnya komunikasi dengan Sang Pencipta. Apalagi jika ibadah sholat dilaksanakan sesuai waktunya, maka akan menambah manfaat dalam tubuh kita karena setiap waktu sholat memiliki manfaat yang tersendiri. Sehingga dari sholat, dapat menjadikan manusia sebagai makhluk bertuhan yang yang taat serta sehat jasmani maupun rohaninya.
3.2 Saran
Mengingat pelaksanaan sholat tepat waktu dan rutin merupakan kewajiban bagi umat muslim dan memiliki banyak manfaat pada diri kita maka hendaklah setiap umat islam menanamkan keyakinan hal tersebut dalam hati masing-masing dan melaksanakan sesuai dengan ketentuan islam sebagaimana umat-umat terdahulu melaksanakannya.

















DAFTAR PUSTAKA

http://kiatmulia2.blogspot.com/2013/01/makalah-pengaruh-shalat-dalam-kehidupan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar