Makalah
Bahasa
Indonesia
Catatan
Kaki dan Daftar Pustaka
Untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen pembimbing : Dr. Muliadi,M Hum
Disusun
oleh:
1.
Dwi
Murty Wardani H (1420180108)
2.
Ainul
Muthemainnah Mukmin (1420180080)
Fakultas
Kesehatan Masyarakat Jurusan Kesehatan Masyarakat
UNIVERSITAS
MUSLIM INDONESIA
2018
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
wr.wb
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT
karena berkat kasih dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah bahasa
indonesia yang bertemakan “catatan kaki dan daftar pustaka” ini tepat pada
waktunya.
Makalah ini dimaksudkan untuk mengetahui
pengertian dan penggunaan catatan kaki dan daftar pustaka pada sebuah buku.
Adapun penjelasan-penjelasan pada makalah ini kami ambil dari beberapa
sumber buku dan website.
Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman
yang telah membantu menyelesaikan makalah ini, akan tetapi kami juga menyadari
bahwa terdapat kekurangan di dalam makalah ini. Untuk itu dengan senang hati
kami senantiasa menerima kritik dan saran yang bersifat membangun para pembaca.
Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Waalaikumsalam wr.wb
Makassar, September 2018
Kelompok 12
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL......................................................................................................
i
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………….…….iii
BAB I .... PENDAHULUAN
A... Latar Belakang Masalah……………………………………………......……………….1
B... Rumusan Masalah…………………………………………......………………………..1
C... Tujuan………………………………………………………...…………………………2
BAB II ... PEMBAHASAN
A... Catatan Kaki……………………………………………………….....…………………3
1.... Pengertian catatan kaki……………………………………………….........……………3
2.... Tujuan membuat catatan kaki………………………………………………........…….3
3.... Jenis catatan kaki………………………………………………………………….........4
4.... Unsur-unsur referensi…………………………………………………………….........5
5….Cara membuat
catatan kaki…………………………………………………..........……5
B... Daftar Pustaka………………………………………………………….........………….6
1.... Pengertian Daftar Pustaka……………………………………………………...........…6
2.... Fungsi dan unsur-unsur Daftar Pustaka…………………………………...........…….6
3…. Cara
membuat Daftar Pustaka………………………………………………............…6
A... Kesimpulan………………………………………………….......…………………… IV
B... Saran………………………………………………………….........…………………...V
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………........………………VI
Bahasa indonesia merupakan salah satu bahasa yang mempunyai struktur
yang baik, hal tersebut dapat terlihat dari unsur-unsur yang sangat terkait
satu sama lain. Unsur-unsur yang terkait tersebut memegang peran penting dalam
menjaga keutuhan bahasa indonesia itu sendiri.
Dalam makalah
ini tema yang akan dibahas adalah tentang kutipan, catatan kaki dan daftar
pustaka. Pembahasan ini dilatar belakangi karena untuk menulis sebuah karya dan
karangan ilmiah harus memiliki ketiga unsur ini. Oleh sebab itu, kami
rasa penting untuk mengingatkan kembali kepada penulis dan pembaca agar
memperhatikan sebuah aturan dan kaidah penulisan yang benar.
Penyusunan
suatu karangan ilmiah, seorang penulis harus mencari beberapa sumber
untuk melengkapi karangan ilmiah tersebut. Sumber-sumber tersebut perlu
dicantumkan ke dalam sebuah kutipan, catatan kaki maupun daftar pustaka.
Penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka yang baik dan benar sesuai
dengan kaidah bahasa indonesia harus diketahui terlebih dahulu sebelum
melakukan penulisan karangan ilmiah. Sebagian besar orang belum memahami dan
mempelajari tentang kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka bahkan
mengabaikan tata cara penulisannya karena dianggap tidak begitu penting. Dalam
kesempatan ini sangat penting bagi kita semua dalam penulisan suatu karangan
ilmiah agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan
benar.
2. Apakah yang
dimaksud dengan pengertian, tujuan, prinsip , jenis, unsur refrensi dan contoh
catatan kaki serta cara penulisannya?
3. Apakah yang
dimaksud dengan pengertian, fungsi, unsur , cara membuat dan contoh daftar pustaka
serta cara penulisannya ?
1. Memberikan
dasar pengetahuan mengenai cara penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar
pustaka yang baik dan benar.
2. Mempelajari
beberapa contoh penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka dari sumber
yang berbeda.
3. Agar mahasiswa
dapat mengetahui dan memahami tata cara penulisan kutipan, catatan kaki dan
daftar pustaka dengan baik dan benar, serta penerapannya sebagai penunjang
pembelajaran dan penulisan skripsi dan artikel yang akan datang.
BAB II
PEMBAHASAN
A. CATATAN KAKI
1. Pendahuluan
Catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks karangan yang
diterapkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Hubungan antara catatan kaki dengan teks yang
dijelaskan itu biasanya dinyatakan dengan nomor-nomor penujukkan yang sama,baik
yang terdapat dalam teks maupun yang terdapat dalam catatan kaki itu sendiri.
2. Tujuan Membuat Catatan Kaki
Pada dasarnya sebuah catatan kaki dibuat untuk maksud sebagai
berikut :
a.
Menyusun Pembuktian
Catatan kaki bertujuan untuk menyusun pembuktian terhadap semua
dalil atau pernyataan penting yang bukan merupakan pengetahuan umum.
b.
Menyatakan Utang Budi
Catatan kaki juga bertujuan untuk meyatakan utang budi terhadap
pengarang yang dikutip pendapatnya ,yaitu secara jelas dan terus terang penulis
menyatakan sumber kutipan itu diambil.
c.
Menyatakan Keterangan Tambahan
Catatan kaki dapat pula dimaksudkan untuk menyampaikan keterangan
tambahan untuk memperkuat uraian di luar persoalan atau garis-garis yang
diperkenalkan oleh laju teks.
d.
Merujuk bagian lain dan teks
Catatan kaki dipergunakan untuk menyediakn referensi kepada
bagian-bagian lain dari tulisan ini.
3. Prinsip Membuat Catatan Kaki
Untuk membuat catatan kaki,perlu diperhatikan beberapa prinsip
berikut :
1.
Hubungan catatan kaki dan teks
Hubungan
catatan kaki dan teks harus dinyatkan secara jelas oleh nomor
penunjuk,baik,dalam teks maupun dalam catatan kaki. Nomor penunjuk pada catatan
kaki dan teks selalu ditempatkan agak ke atas setengah spasi dari baris teks
yang bersangkutn dan pada catatan kaki setengah spasi di bawah garis untuk
catatan kaki tersebut.
2.
Nomor urut penunjukan
Pemberian nomor
urut penunjukan dapat dilakukan dengan dua cara,yaitu pertama,nomor urut
penunjukan yang berlaku untuk tiap bab,dan kedua,nomor urut penunjukan yang
berlaku untuk seluruh karangan.
Bila nomor urut
penunjukan hanya berlaku untuk tiap bab,maka konsekuensi pertama adalah bahwa
tiap bab selalu dimulai dengan nomor urut pertama untuk catatan
pertama.Kemudian dilanjutkan dengan nomor urut berikutnya sampai akhir bab.
Konsekuensi kedua adalah bahwa nama pengarang dan sumber untuk pertama kali
disebut untuk suatu bab harus disebut secara lengkap. Penunjukan berikutnya
atas sumber yang sama dalam bab tersebut akan mempergunakan singkatan ibid,atau
nama singkat pengarang dengan singkatan op,cit. atau loc,cit.
Sebaiknya bila
nomor urut penunjukan itu berlaku untuk seluruh karangan, maka penunjukan
sumber secara lengkap hanya dipergunakan untuk menyebutkan yang pertama kali.
3.
Teknik pembuatan catatan kaki.
Penempatan
catatan kaki mengikuti syarat-syarat sebagai berikut :
a.
Harus disediakan ruang atau tempat secukupnya pada kaki halaman tersebut,sehingga
margin bawah tidak boleh sempit dari 3 cm sesudah diketik baris terakhir dari
catatan kaki.
b.
Sesudah baris terakhir dari teks dalam jarak 3 spasi dibuat sebuah
garis mulai margin kiri sepanjang 15 ketikan. (...............)
c.
Dalam jarak dua spasi dari garis tadi,dalam jarak 5-7 ketikan dari
margi kiri diketik nomor penunjukan.
d.
Langsung sesudah penunjukan setengah spasi ke bawah mulai dikerik
baris pertama dari catatan kaki.
e.
Jarak antara baris dalam catatan kaki adalah spai rapat,sedangkan
mulai diketik baris pertama dari halaman sama( kalau ada) adalah dua spasi.
4.
Jenis Catatan Kaki
Jenis catatan
kaki dapat dibagi atas tiga macam :
1.)
Penunjukan sumber(referensi)
Catatan kaki
yang menunjukan sumber kutipan disebut referensi. Referensi dibuat bila :
a.
Mempergunakan sebuah kutipan langsung
b.
Mempergunakan sebuah kutipan tak langsung
c.
Menjelaskan kata-kata sendiri apa yang telah dibaca
d.
Meminjam sebuah table,peta,atau diagram dari suatu sumber
e.
Menyusun sebuah diagram berdasarkan data-data yang diperoleh dari
sumber,atau beberapa sumber tertentu.
f.
Menyajikan sebuah evidensi khusus,yang tidak dianggap sebagai
pengetahuan umum.
g.
Menunjukan kembali kepada bagian lain dari karangan itu.
2.)
Catatan Penjelas
Catatan
penjelas adalah catatan kaki yang dibuat dengan tujuan untuk membatasi suatu
pengertian,atau menerangkan dan memberi komentar terhadap suatu pernyataan atau
pendapat yang dimuat dalam teks. Catatan penjelas hanya berfungsi memberi
penjelasan tambahan.
3.)
Gabungan dan sumber penjelas
Gabungan kedua
macam catatan ini,pertama menunjukan sumber dimana dapat diperoleh bahan-bahan
dalam teks,dan kedua ,memberi komentar atau penjelasan seperlunya tentang
pendapat atau penyataan yang dikutip tersebut,atau keterangan tambahan yang ada
hubunganya dengan sumber itu.
5.
Unsur-unsur Referensi
Unsur catatan
kaki yang menyangkut referensi ,sama dengan materi bibliografi;perbedaaanya
terletak pada penekanan. Disamping itu, ada perbedaan yang cukup penting,yaitu
referensi selalu mencantumkan nomor halama, dimana kutipan itu dapt diperoleh.
Dalam bobliografi hal itu tidak ada kecuali menyebutkan jumlah dari karya itu.
Unsur-unsur
catatan yang dimaksud :
a.
Pengarang
b.
Judul
c.
Data publikasi
d.
Jilid dan nomor halaman
6.
Cara Membuat Catatan Kaki
Cara membuat
catatan kaki mempunyai hubungan pula dengan teks pada halaman yang sama,dibawah
ini akan diberikan beberapa contoh yang dianggap penting mengenai cara membuat
catatan kaki.
1.
Referensi buku dengan satu pengarang
Contoh:
Dr. Gorys
Keraf, Komposisi ( Ende-Flores,1998),hal.201.
2.
Referensi buku dengan dua sampai tiga pengarang.
Contoh :
Drs. Rusjdi Sartuni, Drs.Lamuddin Finoza,
Drs.Sitti Aisyah Sudaru,Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi
(Jakarta,1984,hal 74)
3.
Refernsi buku dengan banyak pengarang (lebih dari tiga pengarang)
Contoh :
Drs.Yulius S.
et al , Kamus Baru Bahasa Indonesia.
(Surabaya,1990)hal 80.
4.
Referensi buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih
Contoh :
Dra. Kartini Kartono,Psycologi Wanita. Jld.1 (Bandung,1977),hal.88-89.
5.
Referensi sebuah edisi karya seorang pengarang atau lebih.
Contoh :
Lukman Ali,ed
,Bahasa clan Kesastraan Indonesia,sebagai Tjerminan Manusia Indonesia
Baru,(Djakarta,1967),hal.84-85.
6.
Referensi sebuah terjemahan
Contoh :
Multatuli, Max
Havelaar,atau lelang kopi persekutuan dagang belanda, Terj. H.B Jassin(Djakarta,1972).
Hal.50.
7.
Referensi pada artikel majalah
Contoh :
Ny. H.
Soebodio, “Penggunaan Sansekerta dalam pembentukan istilah baru.” Majalah
ilmu-ilmu Sastra Indonesia, 1 (April,1963) hal 47-48.
8.
Referensi pada artikel harian
Contoh :
-
Tajuk Rencana dalam Kompas,19 Januari 1988, hal.4
-
Kirdi Dipoyokdo, “Konfrontasi Amerika Serikat-Libia” Suara Karya,
31 Maret 1986, hal.5
9.
Tesis clan disertasi yang belum diterbitkan.
Contoh :
Jos Daniel
Parera,” Fonologi Bahasa Gorontalo” (Skripsi Sarjana Fakultas Sastra
Universitas Indonesia,Jakarta, 1964) hal.30.
B. DAFTAR PUSTAKA
1.
Pendahuluan
Daftar pustaka
adalah daftar yang berisi judul buku-buku,artikel-artikel,dan bahan-bahan
penerbitan lainnya yang bertalian dengan sebuah karangan atau sebagian yang
sementara digarap.
2.
Fungsi dan Unsur-Unsur Daftar
Pustaka
Secara
keseluruhan fungsi daftar pustaka ada dua,yaitu :
a.
Memberikan deskripsi yang penting tentang buku/majalah harian
secara keseluruhan.
b.
Sebagai pelengkap dari sebuah catatan kaki.
Unsur-unsur yang paling penting dimasukkan dalam sebuah daftar
pustaka adalah :
a.
Nama pengarang yang dikutip secara lengkap
b.
Judul buku termasuk judul tambahan
c.
Data publikasi ; penerbit,tempat terbit,tahun terbit,cetakan
keberapa,nomot jlid( kalau ada).
d.
Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang
bersangkutan,nama,majalah,jilid,nomor dan tahun.
3.
Cara Membuat Daftar Pustaka
Cara menyusun
daftar pustaka tidak seragam bagi semua bahan referensi. Tergantung dari sifat
bahan referensi itu. Daftra pustaka
disusun menurut urutan alfabetis dan nama pengarangnya. Untuk maksud tersebut
nama-nama pengarang harus dibalik susunanya : nama keluarga lebih dahulu
kemudian disusul nama kecil dan gelar ( kalau ada).
Perbedaan
penyusunan daftar kepustakaan itu dapat dilihat dibawah ini:
1.
Dengan seorang pengarang
Contoh :
-
Atmosutdirjo S. Prajudi Prof. Dr. Mr. Dasar-dasar ilmu administrasi. Jakarta : Gihalia Indonesia. 1982.
-
Keraf. Gorys. Dr. Komposisi
Ende-Flores : Nusa Indah.1980
-
Nurcahyani,Ayu. Anak Berbakat.
Enrekang : Ratu Dunia. 2014.
2.
Buku dengan dua pengarang
Contoh :
Sartuni, Rayid,Drs.
Drs. Lamuddin, Finoza. Dra. Siti ,Aisyah Sundari. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi .Jakarta : Nina Dinamika.
1984.
3.
Buku dengan banyak pengarang( lebih dari tiga pengarang)
Contoh :
Yulius. S. et.
Al. Kamus Baru Bahasa Indonesia.
Surabaya : Usaha Nasional. 1980.
4.
Buku dengan edisi berikutnya mengalami perubahan
Contoh :
Keraf. Groys.
Dr. Komposisi. Ed.ren. set ke-6,
Ende-Flores Nusa Indah. 1980.
5.
Buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih
Contoh :
Badudu, J.S. Membina Bahasa Indonesia Baku 2 Jil.
Bandung : Pustaka Prima,1980.
6.
Sebuah edisi dari karya seorang pengarang atau lebih
Contoh :
Ali. Lukman ed,
Bahasa dan Kesusastraan Indonesia,Sebagai
Tjerminan Manusia Indonesia Baru. Djakarta : Gunung Agung, 1967.
7.
Sebuah buku terjemahan
Contoh :
Multatuli Max
Havelar, atau Lelang Kopi Persekutuan
Dagang Belanda, terj. H.B. Jassin Jakarta : Djambatan,1972.
8.
Artikel Majalah
Contoh :
Soebadio, Ny. H
“Penggunaan Bahasa Sangsakerta dalam
Pembentukan Istilah Baru.” Majalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia I (April
1963). 47-58.
9.
Artikel bahan harian.
Contoh :
Arman,S.A “Sekali lagi teroris,” Kompas,19 Januari
1973, hal.5.
10.
Tesis dan disertasi yang belum diterbitkan:
Ali. Hasan, “Proses Derivasi Kata Kerja Bahasa Indonesia
: Skripsi Sarjana Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin, Ujung Pandang,1982.
Membuat sebuah
karya dan karangan ilmiah, akan lebih baik jika dilengkapi dengan kedua unsur
ini yaitu catatan kaki, dan daftar pustaka. Kedua unsur ini memiliki peran dan
fungsinya masing-masing seperti yang telah dibahas pada bab diatas. Salah satu
fungsi dari kedua unsur ini adalah sebagai penghargaan atas pendapat dan karya
orang lain.
Dalam sebuah
karya dan karangan ilmiah, catatan kaki memiliki tiga jenis . Terakhir
adalah daftar pustaka, untuk membuat sebuah karya ataupun karangan
ilmiah, daftar pustaka ini harus ada tercantum agar pembaca dapat mengetahui
sumber-sumber bacaan lainnya yang ditemukan pada karya dan karangan ilmiah.
Daftar pustaka diletakkan pada halaman akhir sebuah karya atau karangan
ilmiah.
Seorang penulis
hendaknya memperhatikan dalam penulisannya baik karya ilmiah, artikel, skripsi
maupun tesis dalam penggunakaan catatan kaki dan daftar pustaka, agar pembaca
dapat melihat referensi atau daftar bacaan penulis. Sehingga penulis dapat
mempertanggungjawabkan karyanya nantinya. Akhirnya selesailah makalah kami yang
membahas tentang catatan kaki dan daftar pustaka. Sungguh, masih banyak
kekurangan yang harus kami perbaiki dalam penyusunan makalah ini. Apabila
terdapat kesalahan penulisan kami mohon maaf, kritik dan saran dari pembaca
akan kami tunggu. Terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Rabiah, Sitti Dr. M.HUM . Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi.
Makassar : De La Macca, 2014.
Rahmawati, Sitti S., M.Pd.
Bahasa Indonesia. Makassar : De La Macca,2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar