Selasa, 16 April 2019

Makalah tentang Catatan Kaki dan Daftar Pustaka


Makalah
Bahasa Indonesia

Catatan Kaki dan Daftar Pustaka

Untuk memenuhi salah satu tugas

Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen pembimbing : Dr. Muliadi,M Hum


Disusun oleh:
1.     Dwi Murty Wardani H (1420180108)
2.     Ainul Muthemainnah Mukmin (1420180080)


Fakultas Kesehatan Masyarakat Jurusan Kesehatan Masyarakat
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2018






KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat kasih dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah bahasa indonesia yang bertemakan “catatan kaki dan daftar pustaka” ini tepat pada waktunya.
Makalah ini dimaksudkan untuk mengetahui pengertian dan penggunaan catatan kaki dan daftar pustaka pada sebuah buku. Adapun penjelasan-penjelasan  pada makalah ini kami ambil dari beberapa sumber buku dan website.
Kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu menyelesaikan makalah ini, akan tetapi kami juga menyadari bahwa terdapat kekurangan di dalam makalah ini. Untuk itu dengan senang hati kami senantiasa menerima kritik dan saran yang bersifat membangun para pembaca. Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Waalaikumsalam wr.wb

            Makassar, September 2018

            Kelompok 12










 

DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL...................................................................................................... i
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………….…….iii

A... Latar Belakang Masalah……………………………………………......……………….1
B... Rumusan Masalah…………………………………………......………………………..1
C... Tujuan………………………………………………………...…………………………2

A... Catatan Kaki……………………………………………………….....…………………3
1.... Pengertian catatan kaki……………………………………………….........……………3
2.... Tujuan membuat catatan kaki………………………………………………........…….3
3.... Jenis catatan kaki………………………………………………………………….........4
4.... Unsur-unsur referensi…………………………………………………………….........5
5….Cara membuat catatan kaki…………………………………………………..........……5
B... Daftar Pustaka………………………………………………………….........………….6
1.... Pengertian Daftar Pustaka……………………………………………………...........6
2.... Fungsi dan unsur-unsur Daftar Pustaka…………………………………...........…….6
3…. Cara membuat Daftar Pustaka………………………………………………............6

A... Kesimpulan………………………………………………….......…………………… IV
B... Saran………………………………………………………….........…………………...V
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………........………………VI











      Bahasa indonesia merupakan salah satu bahasa yang mempunyai struktur yang baik, hal tersebut dapat terlihat dari unsur-unsur yang sangat terkait satu sama lain. Unsur-unsur yang terkait tersebut memegang peran penting dalam menjaga keutuhan  bahasa indonesia itu sendiri.
Dalam makalah ini tema yang akan dibahas adalah tentang kutipan, catatan kaki dan daftar pustaka. Pembahasan ini dilatar belakangi karena untuk menulis sebuah karya dan karangan ilmiah harus memiliki ketiga unsur ini. Oleh sebab itu, kami  rasa penting untuk mengingatkan kembali kepada penulis dan pembaca  agar memperhatikan sebuah aturan dan kaidah penulisan yang benar.
Penyusunan suatu karangan ilmiah, seorang penulis harus  mencari beberapa sumber untuk melengkapi karangan ilmiah tersebut. Sumber-sumber tersebut perlu dicantumkan ke dalam sebuah kutipan, catatan kaki maupun daftar pustaka. Penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa indonesia harus diketahui terlebih dahulu sebelum melakukan penulisan karangan ilmiah. Sebagian besar orang belum memahami dan mempelajari tentang kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka  bahkan mengabaikan tata cara penulisannya karena dianggap tidak begitu penting. Dalam kesempatan ini sangat penting bagi kita semua dalam penulisan suatu karangan ilmiah agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang  baik dan  benar.

2.     Apakah yang dimaksud dengan pengertian, tujuan, prinsip , jenis, unsur refrensi dan contoh catatan kaki serta cara penulisannya?
3.     Apakah yang dimaksud dengan pengertian, fungsi, unsur , cara membuat dan contoh daftar pustaka serta cara penulisannya ?




1.     Memberikan dasar pengetahuan mengenai cara penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka yang baik dan benar.
2.     Mempelajari beberapa contoh penulisan kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka dari sumber yang berbeda.
3.     Agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tata cara penulisan kutipan, catatan kaki dan daftar pustaka dengan baik dan benar, serta penerapannya sebagai penunjang pembelajaran dan penulisan skripsi dan artikel yang akan datang.




















BAB II
PEMBAHASAN
A.    CATATAN KAKI

1.      Pendahuluan
Catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks karangan yang diterapkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Hubungan  antara catatan kaki dengan teks yang dijelaskan itu biasanya dinyatakan dengan nomor-nomor penujukkan yang sama,baik yang terdapat dalam teks maupun yang terdapat dalam catatan kaki itu sendiri.
2.      Tujuan Membuat Catatan Kaki
Pada dasarnya sebuah catatan kaki dibuat untuk maksud sebagai berikut :
a.       Menyusun Pembuktian
Catatan kaki bertujuan untuk menyusun pembuktian terhadap semua dalil atau pernyataan penting yang bukan merupakan pengetahuan umum.
b.      Menyatakan Utang Budi
Catatan kaki juga bertujuan untuk meyatakan utang budi terhadap pengarang yang dikutip pendapatnya ,yaitu secara jelas dan terus terang penulis menyatakan sumber kutipan itu diambil.
c.       Menyatakan Keterangan Tambahan
Catatan kaki dapat pula dimaksudkan untuk menyampaikan keterangan tambahan untuk memperkuat uraian di luar persoalan atau garis-garis yang diperkenalkan oleh laju teks.
d.      Merujuk bagian lain dan teks
Catatan kaki dipergunakan untuk menyediakn referensi kepada bagian-bagian lain dari tulisan ini.
3.      Prinsip Membuat Catatan Kaki
Untuk membuat catatan kaki,perlu diperhatikan beberapa prinsip berikut :
1.      Hubungan catatan kaki dan teks
Hubungan catatan kaki dan teks harus dinyatkan secara jelas oleh nomor penunjuk,baik,dalam teks maupun dalam catatan kaki. Nomor penunjuk pada catatan kaki dan teks selalu ditempatkan agak ke atas setengah spasi dari baris teks yang bersangkutn dan pada catatan kaki setengah spasi di bawah garis untuk catatan kaki tersebut.
2.      Nomor urut penunjukan
Pemberian nomor urut penunjukan dapat dilakukan dengan dua cara,yaitu pertama,nomor urut penunjukan yang berlaku untuk tiap bab,dan kedua,nomor urut penunjukan yang berlaku untuk seluruh karangan.
Bila nomor urut penunjukan hanya berlaku untuk tiap bab,maka konsekuensi pertama adalah bahwa tiap bab selalu dimulai dengan nomor urut pertama untuk catatan pertama.Kemudian dilanjutkan dengan nomor urut berikutnya sampai akhir bab. Konsekuensi kedua adalah bahwa nama pengarang dan sumber untuk pertama kali disebut untuk suatu bab harus disebut secara lengkap. Penunjukan berikutnya atas sumber yang sama dalam bab tersebut akan mempergunakan singkatan ibid,atau nama singkat pengarang dengan singkatan op,cit. atau loc,cit.
Sebaiknya bila nomor urut penunjukan itu berlaku untuk seluruh karangan, maka penunjukan sumber secara lengkap hanya dipergunakan untuk menyebutkan yang pertama kali.
3.      Teknik pembuatan catatan kaki.
Penempatan catatan kaki mengikuti syarat-syarat sebagai berikut :
a.       Harus disediakan ruang atau tempat secukupnya pada kaki halaman tersebut,sehingga margin bawah tidak boleh sempit dari 3 cm sesudah diketik baris terakhir dari catatan kaki.
b.      Sesudah baris terakhir dari teks dalam jarak 3 spasi dibuat sebuah garis mulai margin kiri sepanjang 15 ketikan. (...............)
c.       Dalam jarak dua spasi dari garis tadi,dalam jarak 5-7 ketikan dari margi kiri diketik nomor penunjukan.
d.      Langsung sesudah penunjukan setengah spasi ke bawah mulai dikerik baris pertama dari catatan kaki.
e.       Jarak antara baris dalam catatan kaki adalah spai rapat,sedangkan mulai diketik baris pertama dari halaman sama( kalau ada) adalah dua spasi.

4.      Jenis Catatan Kaki
Jenis catatan kaki dapat dibagi atas tiga macam :
1.)    Penunjukan sumber(referensi)
Catatan kaki yang menunjukan sumber kutipan disebut referensi. Referensi dibuat bila :
a.       Mempergunakan sebuah kutipan langsung
b.      Mempergunakan sebuah kutipan tak langsung
c.       Menjelaskan kata-kata sendiri apa yang telah dibaca
d.      Meminjam sebuah table,peta,atau diagram dari suatu sumber
e.       Menyusun sebuah diagram berdasarkan data-data yang diperoleh dari sumber,atau beberapa sumber tertentu.
f.       Menyajikan sebuah evidensi khusus,yang tidak dianggap sebagai pengetahuan umum.
g.      Menunjukan kembali kepada bagian lain dari karangan itu.
2.)    Catatan Penjelas
Catatan penjelas adalah catatan kaki yang dibuat dengan tujuan untuk membatasi suatu pengertian,atau menerangkan dan memberi komentar terhadap suatu pernyataan atau pendapat yang dimuat dalam teks. Catatan penjelas hanya berfungsi memberi penjelasan tambahan.
3.)    Gabungan dan sumber penjelas
Gabungan kedua macam catatan ini,pertama menunjukan sumber dimana dapat diperoleh bahan-bahan dalam teks,dan kedua ,memberi komentar atau penjelasan seperlunya tentang pendapat atau penyataan yang dikutip tersebut,atau keterangan tambahan yang ada hubunganya dengan sumber itu.


5.      Unsur-unsur Referensi
Unsur catatan kaki yang menyangkut referensi ,sama dengan materi bibliografi;perbedaaanya terletak pada penekanan. Disamping itu, ada perbedaan yang cukup penting,yaitu referensi selalu mencantumkan nomor halama, dimana kutipan itu dapt diperoleh. Dalam bobliografi hal itu tidak ada kecuali menyebutkan jumlah dari karya itu.
Unsur-unsur catatan yang dimaksud :
a.       Pengarang
b.      Judul
c.       Data publikasi
d.      Jilid dan nomor halaman

6.      Cara Membuat Catatan Kaki
Cara membuat catatan kaki mempunyai hubungan pula dengan teks pada halaman yang sama,dibawah ini akan diberikan beberapa contoh yang dianggap penting mengenai cara membuat catatan kaki.
1.      Referensi buku dengan satu pengarang
Contoh:
Dr. Gorys Keraf, Komposisi ( Ende-Flores,1998),hal.201.
2.      Referensi buku dengan dua sampai tiga pengarang.
Contoh :
 Drs. Rusjdi Sartuni, Drs.Lamuddin Finoza, Drs.Sitti Aisyah Sudaru,Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Jakarta,1984,hal 74)
3.      Refernsi buku dengan banyak pengarang (lebih dari tiga pengarang)
Contoh :
Drs.Yulius S. et al , Kamus Baru Bahasa Indonesia. (Surabaya,1990)hal 80.
4.      Referensi buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih
Contoh :
 Dra. Kartini Kartono,Psycologi Wanita. Jld.1 (Bandung,1977),hal.88-89.
5.      Referensi sebuah edisi karya seorang pengarang atau lebih.
Contoh :
Lukman Ali,ed ,Bahasa clan Kesastraan Indonesia,sebagai Tjerminan Manusia Indonesia Baru,(Djakarta,1967),hal.84-85.
6.      Referensi sebuah terjemahan
Contoh  :
Multatuli, Max Havelaar,atau lelang kopi persekutuan dagang belanda, Terj. H.B Jassin(Djakarta,1972). Hal.50.
7.      Referensi pada artikel majalah
Contoh :
Ny. H. Soebodio, “Penggunaan Sansekerta dalam pembentukan istilah baru.” Majalah ilmu-ilmu Sastra Indonesia, 1 (April,1963) hal 47-48.
8.      Referensi pada artikel harian
Contoh :
-          Tajuk Rencana dalam Kompas,19 Januari 1988, hal.4
-          Kirdi Dipoyokdo, “Konfrontasi Amerika Serikat-Libia” Suara Karya, 31 Maret 1986, hal.5
9.      Tesis clan disertasi yang belum diterbitkan.
Contoh :
Jos Daniel Parera,” Fonologi Bahasa Gorontalo” (Skripsi Sarjana Fakultas Sastra Universitas Indonesia,Jakarta, 1964) hal.30.


B.     DAFTAR PUSTAKA
1.      Pendahuluan
Daftar pustaka adalah daftar yang berisi judul buku-buku,artikel-artikel,dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang bertalian dengan sebuah karangan atau sebagian yang sementara digarap.

2.      Fungsi dan Unsur-Unsur Daftar Pustaka
Secara keseluruhan fungsi daftar pustaka ada dua,yaitu :
a.       Memberikan deskripsi yang penting tentang buku/majalah harian secara keseluruhan.
b.      Sebagai pelengkap dari sebuah catatan kaki.
Unsur-unsur yang paling penting dimasukkan dalam sebuah daftar pustaka adalah :
a.       Nama pengarang yang dikutip secara lengkap
b.      Judul buku termasuk judul tambahan
c.       Data publikasi ; penerbit,tempat terbit,tahun terbit,cetakan keberapa,nomot jlid( kalau ada).
d.      Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan,nama,majalah,jilid,nomor dan tahun.
3.      Cara Membuat Daftar Pustaka
Cara menyusun daftar pustaka tidak seragam bagi semua bahan referensi. Tergantung dari sifat bahan referensi itu.  Daftra pustaka disusun menurut urutan alfabetis dan nama pengarangnya. Untuk maksud tersebut nama-nama pengarang harus dibalik susunanya : nama keluarga lebih dahulu kemudian disusul nama kecil dan gelar ( kalau ada).
Perbedaan penyusunan daftar kepustakaan itu dapat dilihat dibawah ini:
1.      Dengan seorang pengarang
Contoh :
-          Atmosutdirjo S. Prajudi Prof. Dr. Mr. Dasar-dasar ilmu administrasi. Jakarta : Gihalia Indonesia. 1982.
-          Keraf. Gorys. Dr. Komposisi Ende-Flores : Nusa Indah.1980
-          Nurcahyani,Ayu. Anak Berbakat. Enrekang : Ratu Dunia. 2014.
2.      Buku dengan dua pengarang
Contoh :
Sartuni, Rayid,Drs. Drs. Lamuddin, Finoza. Dra. Siti ,Aisyah Sundari. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi .Jakarta : Nina Dinamika. 1984.
3.      Buku dengan banyak pengarang( lebih dari tiga pengarang)
Contoh :
Yulius. S. et. Al. Kamus Baru Bahasa Indonesia. Surabaya : Usaha Nasional. 1980.
4.      Buku dengan edisi berikutnya mengalami perubahan
Contoh :
Keraf. Groys. Dr. Komposisi. Ed.ren. set ke-6, Ende-Flores Nusa Indah. 1980.
5.      Buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih
Contoh :
Badudu, J.S. Membina Bahasa Indonesia Baku 2 Jil. Bandung : Pustaka Prima,1980.
6.      Sebuah edisi dari karya seorang pengarang atau lebih
Contoh :
Ali. Lukman ed, Bahasa dan Kesusastraan Indonesia,Sebagai Tjerminan Manusia Indonesia Baru. Djakarta : Gunung Agung, 1967.
7.      Sebuah buku terjemahan
Contoh :
Multatuli Max Havelar, atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H.B. Jassin Jakarta : Djambatan,1972.
8.      Artikel Majalah
Contoh :
Soebadio, Ny. H “Penggunaan Bahasa Sangsakerta dalam Pembentukan Istilah Baru.” Majalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia I (April 1963). 47-58.
9.      Artikel bahan harian.
Contoh :
Arman,S.A “Sekali lagi teroris,” Kompas,19 Januari 1973, hal.5.
10.  Tesis dan disertasi yang belum diterbitkan:
Ali. Hasan, “Proses Derivasi Kata Kerja Bahasa Indonesia : Skripsi Sarjana Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin, Ujung Pandang,1982.





Membuat sebuah karya dan karangan ilmiah, akan lebih baik jika dilengkapi dengan kedua unsur ini yaitu catatan kaki, dan daftar pustaka. Kedua unsur ini memiliki peran dan fungsinya masing-masing seperti yang telah dibahas pada bab diatas. Salah satu fungsi dari kedua unsur ini adalah sebagai penghargaan atas pendapat dan karya orang lain.
Dalam sebuah karya dan karangan ilmiah, catatan kaki memiliki tiga jenis . Terakhir adalah  daftar pustaka, untuk membuat sebuah karya ataupun karangan ilmiah, daftar pustaka ini harus ada tercantum agar pembaca dapat mengetahui sumber-sumber bacaan lainnya yang ditemukan pada karya dan karangan ilmiah. Daftar pustaka diletakkan pada halaman akhir  sebuah karya atau karangan ilmiah.
Seorang penulis hendaknya memperhatikan dalam penulisannya baik karya ilmiah, artikel, skripsi maupun tesis dalam penggunakaan catatan kaki dan daftar pustaka, agar pembaca dapat melihat referensi atau daftar bacaan penulis. Sehingga penulis dapat mempertanggungjawabkan karyanya nantinya. Akhirnya selesailah makalah kami yang membahas tentang catatan kaki dan daftar pustaka. Sungguh, masih banyak kekurangan yang harus kami perbaiki dalam penyusunan makalah ini. Apabila terdapat kesalahan penulisan kami mohon maaf, kritik dan saran dari pembaca akan kami tunggu. Terimakasih.




  



DAFTAR PUSTAKA
Rabiah, Sitti Dr. M.HUM . Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Makassar : De La Macca, 2014.
 Rahmawati, Sitti S., M.Pd. Bahasa Indonesia. Makassar : De La Macca,2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar